Ketika jalanan di Jakarta “smell like a hell..”

Mungkin tulisan ini mewakili ribuan dari kaum urban yang setiap hari mengais rizqi dan mengejar rupiah di belantara ibukota. Ada hal yang berubah dalam 2 minggu ini, tepatnya ketika pemerintah melakukan sterilisasi jalur busway. Saya sebut berubah, jalanan tidak menjadi semakin lancar, tetapi sebaliknya, berubah menjadi semakin macet.
Hal ini sangat saya rasakan, sebagai “urbaners” yang tinggal di Tangerang yang merupakan satelit penyangga ibukota, dan kebetulan ngantor di daerah Tomang. Rute yang biasa saya lalui adalah via jalan Daan Mogot. Sebelum sterilisasi jalur busway dilakukan, waktu tempuh saya menujuj kantor antara 50 menit sampai dengan 70 menit .

Dan sudah 2 minggu ini saya "berpisah" dengan kuda besi saya yang selama ini setia mengantarkan saya kemanapun saya mau,.... 2 Minggu ini pula, saya berbagi bau keringat dengan para penumpang bus yang saya tumpangi, entah tua, muda, cantik jelek, penumpang yang kurus ataupun gendut....Saya berusaha menikmati itu semua. 

Kepada para pengambil kebijakan,...Jika memang sterilisasi jalur busway ditujukan untuk mengurai kemacetan, persiapkan infrastruktur dan sarana pendukungnya dengan sebaik mungkin, perbanyak armada,...kurangi waktu pengisian di SPBG,...kurangi waktu kedatangan antar bus,...dan terakhir rawat dengan baik shelter busway dan buat senyaman mungkin untuk penumpang.

Belum ada Komentar untuk "Ketika jalanan di Jakarta “smell like a hell..”"

Posting Komentar

Meminta Sumbangan Pembangunan Masjid Di Tengah Jalan, Tidak Adakah Cara Yang Lebih Baik?

Artikel ini saya buat sebagai sikap kritis saya atas maraknya penggalangan dana untuk pembangunan masjid yang dilakukan di tengah jalan. Say...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel