DN Aidit dan Ahmad Yani, Sama-Sama Berakhir di Sumur Tua

Mengingat kembali Pengkhianatan G30 S/PKI

Menjelang peringatan pengkhianatan G30 S/PKI setiap tanggal 30 September, akan kita ingat kembali bagaimana peristiwa tersebut telah menorehkan kisah kelam dalam sejarah Bangsa Indonesia.

Presiden Soekarno, mengumumkan Surat Perintah Sebelas Maret di Istana Bogor tanggal 11 Maret 1966,  foto via BERYL BERNAY/GETTY IMAGES


Tujuh pahlawan putra putri terbaik bangsa dibantai secara kejam, dan jenasahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur kecil di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Menyusul pembantaian tujuh pahlawan revolusi tersebut, disusul kemudian pembantaian ratusan ribu rakyat yang dituding sebagai simpatisan atau gerakan massa di bawah PKI. Tidak peduli bersalah atau tidak, sekali dicap sebagai PKI, maka akan menghadapi kematian dengan sangat tragis. Dibunuh tanpa diadili.

Sama-sama dieksekusi mati di sumur tua


Tidak terkecuali dengan pemimpinnya, DN Aidit yang harus menghadapi eksekusi mati tidak resmi oleh Kolonel Jasir Hadibroto di sebuah kebun pisang di daerah Boyolali, dan jenasahnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang sudah tidak berair di kebun pisang tersebut. Nasib DN Aidit sama dengan nasib Pak Yani yang dibunuh secara kejam oleh pasukan Cakrabirawa di  bawah pimpinan Letkol Untung dan dimasukkan ke dalam sumur lubang buaya. Jenasah kedua tokoh tersebut sama sama dimasukkan ke dalam sumur tua.

Jika pak Yani kemudian ditetapkan sebagai pahlawan revolusi, tidak demikian halnya dengan  DN Aidit. Sebutan Ketua PKI akan tetap disandangnya dan akan terus diingat di setiap peringatan pengkhianatan G30 S/PKI. Jika Pak Yani tetap dikenang sebagai pahlawan, maka Aidit akan selalu dikenang sebagai pengkhianat.

Disebut pengkhianatan, karena saat itu bangsa Indonesia sedang disibukkan dengan Dwikora, mengerahkan kekuatannya di perbatasan Kalimantan Utara, dan kemudian PKI menusuk dari belakang, melalui peristiwa G30 S/PKI.

Kisah eksekusi mati DN Aidit ada di sini

Siapa yang diuntungkan dari pengkhianatan G30 S/PKI?

Paska pengkhianatan G 30 S/PKI, terjadi penumpasan besar-besaran PKI yang dilakukan oleh Angkatan Darat bersama sama dengan rakyat. Di saat yang bersamaan, kekuasaan orde lama juga kian dihabisi, sehingga muncullah orde baru sebagai pemenangnya. PKI tumbang, Soekarno tumbang, dan muncullah The Smilling General, Soeharto yang jadi pemenangnya.

Cukup sekali saja sejarah kelam bangsa ini, agar generasi penerus dapat melanjutkan pembangunan dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan disegani oleh bangsa lain.

0 Response to "DN Aidit dan Ahmad Yani, Sama-Sama Berakhir di Sumur Tua"

Post a Comment

9 Kecerdasan Burung Merpati Yang Sangat Mengagumkan

Burung Merpati merupakan burung yang paling cerdas di antara burung-burung yang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Mo...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel