10 Masjid Bersejarah di Jakarta

Masjid merupakan pusat kegiatan dan peribadatan umat Islam. Di Jakarta terdapat banyak sekali masjid, dan kami rangkum 10 di antaranya yang memiliki sejarah terkait dengan pendirian masjid tersebut di masa lampau. Berikut ini 10 Masjid Bersejarah di Jakarta dan Sekitarnya

1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta, foto via liputan6.com

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Dan menjadi salah satu ikon Jakarta. Tidak hanya sebagai rumah ibadah, di Masjid Istiqlal juga tersimpan nilai sejarah yang besar. Ide pembangunan masjid Istiqlal dicetuskan setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Presiden  Republik Indonesia saati itu, Ir. Soekarno pun cukup aktif dalam pembangunan Masjid Istiqlal. 
Masjid yang didesain oleh Frederich Silaban ini bergaya arsitektur internasional, mampu menampung hingga 200.000 jamaah.Masjid Istiqlal Sering digunakan oleh presiden untuk penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Perayaan Idul Fitri, Idul Asha, dan hari besar Islam lainnya dilakukan di sini.

Masjid Istiqlal berlokasi di JI. Taman Wijaya Kusuma Jakarla, Jakarta Pusat

2. Masjid Cut Meutia

Masjid Cut Meutia, foto via merahputih.com

Masjid Cut Mutia merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda Masjid tertua di kawasan Menteng ini memiliki arsitektur yang bergaya art nouvoau membuat bangunan ini tidak tampak seperti sebuah masjid, Bangunan masjid Cut Mutia ini sebelumnya adalah Kantor Jawatan Kereta Api Belanda pada masa kolonial, dan Kantor Kempetai Angkatan Laut pada masa penjajahan Jepang.


3. Masjid Marunda

Masjid Al Alam Marunda, fot via republika.co.id

Masjid Al alam Marunda atau dikenal juga sebagai Masjid Wali Melayu, Karena orang di sekelilingnya berbahasa Melayu Betawi. walau pun masjid ini bukan yang tertua di Indonesia dan tidak bisa di kaitkan Dengan kedatangan bangsa Melayu di pulau Jawa tapi menjadi salah satu saksi sejarah yang tertinggal bagi orang Melayu di pulau Jawa.

Masjid Al Alam Marunda diperkirakan dibangun pada tahun 1600-an, Masjid ini juga dikenal dengan Masjid Si Pitung atau masjid gaib. Berdasar dongeng yang berkembang di masyarakat, masjid ini dibangun hanya dalam waktu semalam.

4. Masjid Sunda Kelapa

Masjid Sunda Kelapa Jakarta
Masjid Sunda Kelapa, foto via simas.kemenag.go.id

Masjid Sunda Kelapa Jakarta dibangun atas prakarsa Ir. Gustaf Abas pada 1960-an. Masjid ini sering digunakan sebagai pusat informasi dan pembelajaran tentang Islam. Banyak mualaf yang mengucapkan dua kalimat Syahadat di masjid Sunda Kelapa ini. Fasilitas masjid dilengkapi dengan AC dan layar CCTV atau proyektor yang dapat menampilkan bacaan Quran yang sedang dilantunkan petugas.

Masjid Sunda Kelapa Jakarta terletak di jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng.
http://masjidagungsundakelapa.or.id/

5. Masjid Luar Batang

Masjid Luar Batang Jakarta
Masjid Luar Batang Jakarta, foto via megapolitan.kompas.com

Di Masjid Luar Batang ini terdapat makam Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus. Konon berdasarkan kisah yang ada, ketika Habib Husein hendak digotong ke kurung batang untuk dikuburkan, jenazahnya tiba-tiba hilang (ke luar batang). Hal itu berlangsung tiga kali hingga akhirnya para jamaah memutuskan untuk memakamkan jenasah beliau di masjid ini, Makam tersebut dianggap keramat sehingga tempat ini sering dijadikan tempat ziarah umat muslim dari berbagai pelosok indonesia.

alamat
jalan Luar Batang V No. 1, Penjaringan, Jakarta

6. Masjid Kebon Jeruk

Masjid Kebon Jeruk Jakarta
Masjid Kebon Jeruk, foto via jakarta-tourism.go.id

Masjid Kebon Jeruk ini dibangun oleh Chan Tsin Hwa pada 1786, dan saat ini termasuk dalam cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Jemaah masjid ini banyak yang berasal dari luar Indonesia. Di halaman masjid terdapat makam Fatimah Hwu dengan nisan berbentuk naga, bertulisan China dan bertanggal huruf Arab.

Masjid Kebon Jeruk berlokasi di JI. Hayam Wuruk, Jakarta Jakarta Barat

7. Masjid Kampung Baru Bandengan

Masjid Kampung Baru Bandengan
Masjid Kampung Baru Bandengan, foto via wikipedia

Masjid Bandengan atau masjid Kampung Baru dibangun pada tahun 1786. masjib Kampung Baru ini merupakan masjid pertama yang didirikan bagi para China peranakan di Jakarta. Masjid ini memiliki arsitektur bercorak Jawa, dengan atap masjid yang berbentuk limasan.

Masjid Kampung Baru beralamat di JI. Bandengan Selatan no. 34 Kel. Pekojan Kec. Tambora, Jakarta Barat.

8. Masjid An Nawier

Masjid An Nawier Pekojan, foto via jakarta-tourism.go.id

Masjid An Nawier  disebut juga dengan Masjid Pekojan. Masjid ini terletak di Pekojan, daerah pemukiman orang-orang keturunan Arab. di Masjid An Naqier ini terdapat tiga makam penyebar agama Islam dan tertua di Pekojan. Masjid ini  dibangun pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus

Masjid An Nawier Pekojan ini beralamatkan di jalan Pekojan nomor 79 Pekojan, Tambora
Jakarta Barat

9. Masjid Al Anwar, Angke

Masjid Angke, foto via liputan6.com
Masjid Al-Anwar atau yang sering disebut sebagai Masjid Angke dibangun pada tahun 1751. Gaya Banten terlihat pada jendela dan mimbar. Sedangkan corak arsitektur China terlihat pada desain pintu masuk, atap bersusun dua dan ujungnya yang menyerupai Klenteng.

Masjid Al-Anwar Angke ini berlokasi di  JI. Pangeran Tubagus Angke Jakarta Barat

10. Masjid Jami Al Mukaromah


Sebelum bulan Ramadhan, masjid ini banyak dikunjungi peziarah. Masjid Jami AI-Mukaromah disebut juga sebagai Masjid Keramat Kampung Bandan.

Masjid Jami Al Mukaromah Kampung Bandan ini berlokasi di JI Lodan Raya 99, Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara.

Demikian pembahasan mengenai 10 Masjid Bersejarah di Jakarta dan Sekitarnya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Sampai berjumpa lagi di tulisan yang lain



Daftar pustaka:
Top 10+ Jakarta, Penerbit Erlangga

Belum ada Komentar untuk "10 Masjid Bersejarah di Jakarta "

Posting Komentar

Isi Ulang Oksigen dan Sewa Tabung Oksigen Sragen

Berikut ini merupakan daftar tempat isi ulang oksigen di Sragen dan sekitarnya, yang menjual dan menyewakan tabung oksigen, serta antar jemp...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel