Festival Perayaan Tahunan di Jepang

Seperti halnya di Indonesia yang memiliki kalender event Pariwisata, Jepang juga punya perayaan yang diselenggarakan di sepanjang tahun dan sayang untuk dilewatkan, terutama untuk teman-teman yang sedang memiliki rencana untuk berkunjung ke negeri Matahari Terbit tersebut. Daftar perayaan tahunan di Jepang ini saya rangkum dari buku All About Japan, karya Pitri Haryanti, Penerbit ANDI Yogyakarta. Nah buat kalian yang ingin tahu berbagai festival atau perayaan tahunan di Jepang, mari kita simak bareng-bareng.


Perayaan Tahunan di Jepang


Festival atau Perayaan di Bulan Januari


  1. Tahun Baru 1 Januari
    Perayaan ini menandai diawalinya tahun yang baru. Orang Jepang menyebut tanggal 1 Januari dengan nama Gantan. Pada tahun baru Orang Jepang menyiapkan makanan-makanan khas tahun baru, seperti osechi ryori, ozoni, nanakusa gayu, mochi dan sebagainya.
  2. Hatsumode,  1 Januari
    Hatsumode merupakan hari dimana orang-orang Jepang berkunjung ke kuil untuk pertama kalinya pada tahun tersebut. Biasanya orang Jepang berkunjung ke kuil pada hari pertama, kedua dan ketiga pada tahun baru. Pada kesempatan hatsumode tersebut, biasanya orang Jepang membeli omikuji berisi ramalan tentang bagaimana peruntungan nasib dan karir mereka pada tahun tersebut.
    hatsumode Festival Perayaan Tahunan di Jepang
    Hatsumode Festival, foto via idntimes.com
  3. Toka Ebisu, Osaka 10 Januari
    Festival Toka Obisu diselenggarakan di Naniwa, sebuah daerah di kota Kyoto, Japang. Pada perayaan ini, para wanita menjual daun bambu dengan harapan akan mendapatkan karir yang bagus di masa mendatang. Pada festival ini juga, para geisha akan berparade di jalan.
    Toka Ebisu Festival Perayaan Tahunan di Jepang
    Festival Toka Ebisu, foto via insidekyoto.com
  4. Seijhin-shiki  (Hari kedewasaan) 15 Januari Senin minggu kedua di bulan Januari
    Seijihin-shiki merupakan upacara khusus yang diselenggarakan di Jepang, untuk orang-orang yang telah mencapai umur 20 tahun, untuk menegaskan bahwa mereka telah dewasa serta memberikan dorongan kepada mereka untuk bersikap lebih mandiri.
    seijinshiki festival
    Festival Seijinshiki, foto via nippon.com

Festival atau Perayaan di Bulan Februari

  1. Setsubun (Upacara Melempar Kedelai) tanggal 3-4 Februari
    Pada perayaan ini orang-orang akan menebarkan biji kedelai atau omame yang sudah dipanggang untuk mengusir setan (nasib buruk). Biasanya ada salah satu anggota keluarga yang melakonkan diri sebagai setan dengan mengenakan topeng iblis atau yang disebut juga dengan oni, dan kemudian dilempari omame sambil berseru “oni wa soto, fuku wa ie
    Setsubun Festival Perayaan Tahunan di Jepang
    Setsubun, foto via japanesestation.com
  2. Hari Pembentukan Negara tanggal 11 Februari
    Tanggal 11 Februari diperingati oleh warga Jepang sebagai hari pembentukan negara. Peringatan ini dimaksudkan untuk memupuk rasa cinta rakyat terhadap negaranya.
  3. Festival Salju, Sapporo, 15-16 Februari
    Festival Saporo merupakan festival salju terbesar di Jepang. Pada festival ini dipertontonkan lebih dari 170 karya patung terbuat dari es, yang semakin menciptakan kesan romantis ketika malam hari bertabur cahaya lampu yang indah.
    festival salju sapporo matsuri
    Festival Salju Sapporo, foto via japancheapo.com
  4. Festival Salju Yokote, 15 dan 16 Februari
    Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 15 dan 16 Februari di kota Yokote, prefektur Akita. Festival ini diadakan untuk membawa keberuntungan di mana remaja-remaja Jepang memakai topeng menyeramkan dan mengelilingi rumah-rumah untuk membuat takut anak-anak. Kamakura merupakan nama yang dijuluki untuk rumah iglo yang dibangun dari salju dengan luas di dalam rumah mencapai 2 meter persegi. Di dalam rumah iglo tersebut terdapat karpet dan sekelompok kecil anak-anak yang duduk sambil makan dan minum.
    Festival Salju Yokote
    Festival Salju Yakute, foto via matcha-jp.com



Festival atau Perayaan di Bulan Maret

  1. Hina matsuri (Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan) 3 Maret
    Festival ini untuk mendoakan pertumbuhan dan kebahagiaan anak-anak perempuan Jepang. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō, bersama dengan bunga persik. Pada perayaan ini disediakan makanan kecil yang dinamakan arare, terbuat dari beras yang difermentasi, namun tidak memiliki kandungan alkohol.

    Hina Matsuri


Festival atau Perayaan di Bulan April


  1. Green Day (Hari Hijau) 29 April
    Peringatan green day dimaksudkan untuk mendorong rakyat untuk menikmati dan menghormati alam. Hingga pada tahun 1988 peringatan ini dirayakan sebagai hari ulang tahun Kaisar Showa, yang suka menanam pepohonan. Hari Hijau menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) dimanfaatkan untuk "mengenal alam, berterima kasih atas kemurahan alam, dan memperkaya hati nurani." Pada hari green day ini, semua taman nasional dan taman yang dikelola pemerintah daerah dibebaskan dari biaya masuk  dan gratis untuk dikunjungi berdasarkan keputusan Rapat Kabinet tanggal 8 Agustus 2006.
  2. Onbashira, Nagano April-Mei
    Peringatan Onbashira diselenggarakan setiap 6 tahun sekali tepatnya ketika jatuh pad tahun Monyet dan Macan. Pohon-pohon besar dari gunung ditebang untuk membuat tiang di ujung kuil Suwa. Yang menarik, orang-orang akan menaiki batang pohon yang dipotong tersebut dan dibawa meluncur dari atas gunung.
    Perayaan Onbashira
    Festival Onbashira, foto via brilio.net

Festival atau Perayaan di Bulan Mei


  1. Hari konstitusi 3 Mei
    Pada hari konstitusi, rakyat Jepang memperingati berlakunya konstitusi Jepang dan berharap majunya pembangunan negara.
  2. Hari Anak-anak (Kodomo no hi) 5 Mei
    Pada peringatan ini, di masa lampau orang-orang mengadakan acara pengusiran roh jahat dengan bunga iris. Belakangan, peringatan ini menjadi hari untuk mendoakan pertumbuhan anak laki-laki, yang kemudian menjadi hari raya untuk semua anak. Bagi warga Jepang yang memiliki anak laki-laki, mereka akan memasang boneka samurai atau replika baju perang dengan topi kabuto serta memasang umbul-umbul ikan koi  yang melambangkan ikan yang mampu berenang melawan arus deras, dan diharapkan anak laki-laki tersebut menjadi anak yang kuat, percaya diri dan sukses.
    hari anak di jepang Kodomo no hi
    Har anakdi Jepang (Kodomo No Hi), foto via livejapan.com
  3. Hari Ibu (haha no hi), Minggu kedua Bulan Mei
    Seperti halnya di Indonesia, peringatan hari ibu dimaksudkan untuk menghormati dan pernyataan terima kasih kepada ibu yang umumnya ditandai dengan memberikan bunga Carnation.
  4. Perayaan Hari Ibu di Jepang
    Hari ibu di Jepang, foto via http://re-discoveryjapan.net/
  5. Sanja Festival, Tokyo 4 hari di bulan Mei
    Peringatan Sanja Festival dimaksudkan untuk memuliakan tiga pendiri Sensō-ji yaitu : Hinokuma Hamanari, Hinokuma Takenari, dan Hajino Nakatomo. Perayaan ini kini dilangsungkan selama tiga hari pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pada minggu ketiga bulan Mei setiap tahunnya.
    Sanja Festival Japan
    Festival Sanja, foto via matcha-jp.com
  6. Aoi Matsuri Festival, Kyoto, 15 Mei
    Aoi Matsuri merupakan matsuri yang diselenggarakan  setahun sekali pada bulan Mei di Kyoto, Jepang. Puncak perayaan Aoi Matsuri Festival adalah prosesi Rotō no gi yang berlangsung pada tanggal 15 Mei di dalam kota Kyoto. Aoi Matsuri merupakan salah satu dari tiga perayaan terbesar di Kyoto selain Gion Matsuri dan Jidai Matsuri.
    Aoi Matsuri Festival
    Perayaan Aoi Matsuri, foto via Japan-guide.com

Festival atau Perayaan di Bulan Juni 

  1. Hari ayah, minggu ketiga bulan Juni
    Peringatan hari ayah di Jepang sebagai ungkapan terima kasih kepada ayah
  2. Otaue Rice planting festival, Hiroshima, Minggu pertama Juni
    Festival ini dimaksudkan agar mendapatkan panen yang berlimpah di musim gugur. Biasanya diselenggarakan setiap tanggal 14 Juni bertepatan dengan musim menanam padi.
    Festival menanam beras di Jepang
    Rice Planting Festival, foto via japantimes.com
  3. Sanno Festival, Chiyoda Tokyo 10 Juni
    Festival ini diselenggarakan di kuil Hie yang berdiri sejak 1476. Pada festival ini menampilkan 500 orang yang berparade dengan memakai kostum pengadilan Kaisar. Festival ini mulai diselenggarakan pada tahun 1681.
    Festival Sanno Matsuri, foto via japan-guide.com

Festival atau Perayaan di Bulan Juli

  1. Tanabata, Festival Bintang, 7 Juli
    Festival ini mencampur sebuah legenda China dengan kepercayaan kuno Jepang mengenai dua buah bintang yang terletak di kedua ujung Bimasakti, yaitu Bintang Altair (Pengembara) dan Bintang Vega (si Penenun). Mereka dihukum Raja Dewa akibat terlalu banyak bermain sehingga hanya dapat bertemu satu tahun sekali yaitu  pada 7 Juli.
    Orang-orang menuliskan keinginan mereka pada selembar kertas warna atau yang disebut juga dengan tanzau dan menggantung kertas tersebut di pohon bambu. Harapan mereka dipercaya akan terkabul apabila pada hari itu hujan tidk turun.
  2. Hari laut (Umi No Hi) Senin ke-3 bulan Juli
    Peringatan yang dimaksudkan sebagai rasa terima kasih atas kemurahan laut dan mengharapkan kemakmuran Jepang sebagai negara maritim.
  3. Kyoto, Gion Matsuri, 17 Juli
    Festival ini diadakan sebagai simbol pengusiran roh jahat dan penyakit. Festival ini diselenggarakan sejak 1100 tahun  yang lalu dan merupakan salah satu dari 3 festival besar di Jepang.
  4. Festiva Soma Namaoi, Haramachi Fukushima 22-25 Juli
    Festival ini menampilkan peperangan 1000 tahun yang lalu dan biasanya diadakan setiap tahun selama 4 hari dari tanggal 22 Juli hingga 25 Juli di kota Haramachi.
  5. Tenjin Matshuri Osaka, 24-25 Juli
    Tenjin Matsuri merupakan  salah satu festival air dan cahaya yang paling simbolik di Osaka, dan merupakan satu dari tiga festival terbesar di Jepang, yang diadakan pada tanggal 24-25 Juli. Tenjin berarti 'dewa langit' dan matsuri berarti festival dalam Bahasa Jepang. Festival besar lainnya adalah Gion Matsuri di Tokyo, dan Kanda Matsuri di Tokyo
  6. Pesta Kembang api, Sungai Sumida, Tokyo, akhir Juli
    Pesta kembang api ini menampilkan kompetisi dari beberapa pasar kembang api dari luar negeri dan ada juga kontes foto kembang api yang diselenggarakan pada waktu even tersebut.

Festival atau Perayaan di Bulan Agustus

  1. Obon, pertengahan Agustus
  2. Aomori Abuta, 3-5 Agustus
  3. Kanto Festival, 5-7 Agustus

Festival atau Perayaan di bulan September

  1. Hari penghormatan Manula, hari senin minggu ketiga
  2. Tsukimi, hari menikmati sinar rembulan (Musim gugur) Pertengahan September 
  3. Autumnal Equinox Day (Hari ketika siang dan malam durasi waktunya sama-sama lama, ketika matahari melintasi garis khatulistiwa) 23 September
  4. Kaze No Bon, Toyama, 20 Agustus hingga 3 September

Festival atau Perayaan di bulan Oktober

  1. Hari olahraga, hari senin kedua bulan oktober
  2. Nada Fighting Festival, Hyogo, 14 Oktober
  3. Jidai Matsuri, Kyoto 22 Oktober 

Festival atau Perayaan di bulan November

  1. Hari kebudayaan, 13 November
  2. Sichi Go San (Festival 7-5-3) 15 November
  3. Hari pekerja (Labour Day), 23 November
  4. Karatshu Kunchi, Saga, 2-4 November

Festival atau Perayaan di bulan Desember

  1. Hari ulang tahun Kaisar, 23 Desember
  2. Hari Natal, 25 Desember
  3. Omisoka, Malam Tahun Baru
  4. Chichibu Night Festival, Saitama 2-3 Desember


Belum ada Komentar untuk "Festival Perayaan Tahunan di Jepang"

Posting Komentar

Aki Mobil Mudah Rusak? Cari Penyebabnya dan Ikuti Beberapa Tips Merawat Aki Mobil Ini

Aki merupakan salah satu bagian penting untuk menggerakkan kendaraan yang menggunakan mesin,  baik itu sepeda motor maupun mobil. Tak banyak...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel