Apa Perbedaan Bom Biasa dengan Bom Nuklir?

Perbedaan bom biasa dan bom nuklir

Yang membedakan antara bom biasa dengan bom nuklir adalah pada kekuatannya dalam hal menghancurkan obyek yang menjadi target bom, Jika bom biasa atau bom konvensional dapat dibidikkan pada satu daerah tertentu dan manusia yang hidup di situ, maka bom muklir adalah penghancur massal. Perbandingannya adalah: bom nuklir berkekuatan 1 megaton (juta ton) cukup untuk meratakan kota terbesar di planet bumi. (1 ton = 1000 kilogram).

Perbedaan Bom Biasa dengan Bom Nuklir
Uji coba nuklir di Bikini Atol, foto via pixabay/wikiimages


Proses pelepasan energi

Bom biasa melepaskan sebagian besar energinya dalam bentuk ledakan. Sementara, sebuah bom atom melepaskan 50 persen energinya sebagai ledakan, 35 persen sebagai panas, dan 15 persen sebagai radiasi nuklir. Ketika sebuah bom nuklir meledak, manusia dalam radius 3 hingga 35 kilometer akan tewas atau cedera parah. Untuk ledakan sebesar 1 megaton, daerah kota yang terbakar akan mencapai 100 km2.

Tidak peduli besar atau kecil, sebuah ledakan bom nuklir akan menghasilkan bola api dengan panas lebih dari 300.000 derajat celcius. Bola api ini akan menjadi gelombang kejut yang menerpa hingga berkilo-kilo jauhnya. Ledakan juga akan menyebabkan angin puyuh dan badai api. Selain itu, ledakan bom atom juga akan menghasilkan radiasi berbentuk sinar gamma, netron, dan partikel-partikel alpha dan beta.


Reaksi radioaktif bom nuklir 

Reaksi radioaktif bom nuklir terjadi dengan dua cara. Pertama, gelombang radioaktif langsung, yang dapat menewaskan manusia secara seketika.  Kedua, radioaktivitas yang bertahan hingga setelah ledakan berlalu. Debu radioaktif akan menggantung di udara. Ketika tersebar oleh angin, partikel radioaktif akan mencemari air dan udara. Elemen yang terkontaminasi ini akan dikonsumsi oleh tanaman dan masuk ke dalam tubuh organisme yang memakan tanaman tersebut.

Radioaktivitas adalah sebuah energi yang sangat kuat dan dapat merusak organ-organ termasuk DNA, sel, sel darah, dan kulit. Jika sel reproduksi terkena zat radioaktif, akan terjadi kerusakan genetik. Banyak partikel radioaktif ini yang bertahan sampai ribuan tahun.

Belum ada Komentar untuk "Apa Perbedaan Bom Biasa dengan Bom Nuklir?"

Posting Komentar

Cara Mengenali Ciri Fisik, Penyebaran dan Siklus Nyamuk Penyebab DBD

Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang  7 Cara Mudah dan Sederhana Agar Tidak Digigit Nyamuk , dan kali ini kita akan mengupas ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel