Virus Corona Bukan Sebuah Tragedi Kemanusiaan

Virus corona, begitulah namanya. Dan lagi lagi, virus mematikan ini muncul di China, setelah Flu Burung H5N1 pada tahun 1997 dan SARS yang muncul pertama kali di Guangdong pada November 2002.

Walaupun pada saat tulisan ini dibuat, sudah 106 jiwa lebih melayang nyawanya menurut pemberitaan media, namun saya pribadi tidak ingin menyebutnya sebagai tragedi kemanusiaan, walaupun sebenarnya nurani saya mengatakan ini adalah bencana kemanusiaan. 

Data jumlah korban sesungguhnya disembunyikan oleh pemerintah China, mungkin jauh lebih banyak.

Virus Corona


Virus corona konon timbul dari konsumsi sup kelelawar yang sangat digemari warga Wuhan. Dan hal tersebut menambah stempel buruk saya dalam melihat China sebagai bangsa bar bar, tidak beradab dan juga  sangat jorok. Saya menyebutnya bar bar, karena ternyata bukan hanya sup kelelawar saja yang dikonsumsi, namun juga bayi tikus dimakan hidup-hidup. Kalian bisa cari video di YouTube, bagaimana orang China makan binatang hidup-hidup.

Lalu tidak beradab nya di mana? Lihat saja kelakuan China di ZEE Natuna, sudah maling di rumah orang, malah sekalian rumahnya diklaim, ngajak berantem ini namanya.

Orang China jorok? Siapa bilang? Saya memang belum pernah ke China langsung, namun ada beberapa kawan yang sudah ke sana. Toilet yang penuh dengan kotoran manusia berikut aromanya, adalah hal yang bisa ditemukan dengan mudah di China. 

Tidak perlu jauh-jauh ke China, masyarakat Lebak, Banten juga pernah protes dengan adanya kehadiran TKA china. Bukan soal protes dengan proyek yang dikerjakan TKA China, namun karena protes akibat kebiasaan TKA China yang buang hajat sembarangan.
Warga Lebak mengeluh banyak buruh China buang air besar sembarangan
Di berbagai pemberitaan di dunia maya juga banyak yang mengekspose berbagai kelakuan turis China yang kata orang jawa timuran "nggatheli".

Syukurlah pemerintah Indonesia saat ini mencari alternatif potensi wisatawan asing dan tidak menjadikan wisatawan China sebagai target, sebagai akibat merebaknya virus Corona. Cukuplah wisatawan dari Australia yang hobi mabuk dan tawuran bikin pusing, jangan ditambah lagi dengan kelakuan wisatawan dari China yang suka buang hajat sembarangan.

Saya juga tidak suka dengan sesumbarnya presiden China,  Xi Jin Ping, yang menyatakan tidak akan ada kekuatan yang mampu mengguncangkan bangsa China, belum ada 3 hari langsung dijawab sama Allah dan dibayar cash. 

Xi Jinping sendiri malah jarang terlihat pasca pandemik corona outbreak ini dan lebih mendelegasikan segala sesuatunya lewat perdana menterinya.

Ini hanya opini pribadi ya, iseng menulis buat mengisi waktu di perjalanan 😉, jika tidak berkenan jangan dimasukkan ke hati
Sampai bertemu lagi di tulisan yang lain.

Belum ada Komentar untuk "Virus Corona Bukan Sebuah Tragedi Kemanusiaan"

Posting Komentar

Alur Tahapan Proses Balik Nama Kendaraan Secara Detail Langkah Demi Langkah

Terhitung mulai 17 Februari 2020  kemarin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencanangkan program Bebas BBNKB 2 dan bebas sanksi atas keterlam...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel