Bercak Darah Pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Bercak darah pada ibu hamil seharusnya tidak boleh terjadi, kecuali saat sang Ibu mendekati fase persalinan. Walaupun demikian, ada kalanya ketika sedang berada di masa kehamilan, ibu hamil bisa saja mengalami bercak darah terutama yang muncul pada trimester pertama. Untuk itu jika Anda sedang hamil dan menyadari timbul bercak-bercak darah, apakah itu banyak ataupun sedikit, segera periksakan ke dokter spesialis kandungan atau bidan. Karena bercak-bercak darah tersebut bisa saja merupakan tanda-tanda masalah kehamilan seperti berikut ini:

bercak darah pada ibu hamil
Baca juga: 10 Cara aman dan efektif mengatasi perut kembung


Kehamilan ektopik/ kehamilan di luar rahim

Proses kehamilan di luar rahim atau disebut juga dengan kehamilan ektopik, dapat terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi yang seharusnya melekat di rahim tetapi di saluran telur (tuba falopi), indung telur, leher rahim atau rongga perut.  Jika embrio melekat di saluran telur, maka pertumbuhan embrio menyebabkan saluran telur membesar atau pecah. Bila saluran telur pecah maka bisa menimbulkan kematian bagi sang ibu.

Gejala kehamilan ektopik ini mirip dengan gejala keguguran. Biasanya setelah terlambat haid pertama, Anda akan merasakan nyeri kram dan tampak adanya potting (perdarahan).

Perdarahan ini dapat membahayakan kesehatan ibu hamil. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami sakit di salah satu sisi pinggul, perdarahan vagina di luar menstruasi, nyeri di perut bagian bawah dan pingsan.


Terancam Keguguran

Sekitar 20-30 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Gejalanya diawali dengan munculnya bercak darah atau perdarahan, kram perut, dan hilangnya gejala-gejala kehamilan. Tidak semuanya ibu hamil yang mengalami bercak darah di kehamilannya berarti mengalami keguguran. Bahkan sebanyak 50 persen ibu hamil yang pernah mengalami bercak darah mendapatkan masa kehamilan yang sehat. Tetapi bukan berarti Anda menyepelekan masalah ini, segera pastikan kesehatan kehamilan Anda. Anda dapat memastikan baik atau tidaknyakehamilan Anda setelah mengetahui hasil pemeriksaan USG.


Penanaman "benih"

Bercak darah yang muncul pada trimester pertama kehamilan bisa saja disebabkan oleh perdarahan implantasi. Seperti diketahui setelah konsepsi terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak ke rahim serta menanamkan diri ke lapisan dalam rahim (endometrium). Pada sebagian wanita, penanaman benih (zygote) ini dapat menimbulkan bercak darah. Umumnya perdarahan implantasi berupa bercak merah terang atau kecoklatan. Bercak darah ini berbeda dengan menstruasi, bercak darah ini hanya muncul 1-3 hari, bersifat intermitten (putus-putus) dan sering terjadi sebelum periode menstruasi berikutnya, antara 6-12 hari setelah ovulasi.

Perdarahan akibat hubungan intim

Aliran darah yang menuju serviks lebih tinggi memasuki masa kehamilan. Maka terkadang hubungan seksual di masa kehamilan dapat melukai area serviks di mana hal ini dapat menyebabkan perdarahan. Namun bukan berarti Anda tidak memeriksakan masalah perdarahan ini.

Anda harus tetap memeriksakan ketika masalah kehamilan ini terjadi dan memberitahukan dokter spesialis kandungan atau bidan jika Anda telah melakukan hubungan intim di hari-hari sebelumnya.

Perdarahan akibat melakukan angkat benda berat atau terjatuh ketika hamil

Bercak darah atau perdarahan terkadang disebabkan hal-hal seperti mengangkat benda berat sampai berolahraga terlalu berat atau jatuh ketika hamil. Ini karena angkat berat akan menekan rahim sehingga menimbulkan perdarahan. Untuk mengetahui apakah masalah kehamilan Anda tidak mengancam kesehatan ibu maupun janin, segera periksakan ke dokter spesialis kandungan atau bidan.


Sumber: Resep "Rahasia" Kesehatan Wanita - Dr. Pribakti B, SpOG (K)

Belum ada Komentar untuk "Bercak Darah Pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?"

Posting Komentar

Kisah Perjuangan "Joko Songo" Yang Gugur Dalam Menghadapi Tentara Belanda di Karanganyar

Lahirnya Badan Perjuangan Kelaskaran Dengan meletusnya Revolusi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 lahirlah bermacam-macam bada...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel