Bisnis Isi Ulang Oksigen Medis, Bisnis Yang Dekat Dengan Kematian

Umur, kesehatan adalah rahasia di mana manusia tidak mampu menjangkaunya. Semua di luar kuasa manusia, ketika malaikat maut datang untuk mencabut ruh dari badan ragawi manusia, tidak ada yang sanggup untuk menolaknya.

Sebagai seorang yang pernah terjun di usaha isi ulang oksigen untuk kesehatan, saya merasakan begitu dekat usaha yang saya jalankan ini dengan kematian. Seringkali pasien-pasien yang jadi pelanggan saya hanya bertahan beberapa hari, walaupun ada juga yang sanggup bertahan berbulan-bulan menggunakan oksigen, hingga kemudian dipanggil menghadap Yang Kuasa.

Pasien-pasien yang bertahan beberapa hari ini umumnya didominasi oleh pasien yang belum sembuh tapi sudah "dipaksa" pulang, setelah jatah rawat inap 3 hari mereka habis. Menyedihkan? tentu, dan inilah kondisi yang nyata di negeri kita. Semoga ke depan lebih baik lagi.

bisnis isi oksigen

Usaha isi ulang oksigen, tak ubahnya seperti ambulance, berpacu dengan waktu, agar pasien bisa segera mendapatkan oksigen. Manusia tanpa oksigen, tak ubahnya seperti ikan yang dikeluarkan dari air, menggelepar, dan sangat menyakitkan. Untuk itulah manajemen stok dan pengiriman oksigen benar-benar menjadi perhatian utama. Terlambat mengantar oksigen maka resikonya adalah pasien bisa meninggal dunia.

Sudah setahun lebih saya meninggalkan bisnis isi ulang oksigen, namun jika di antara pembaca jika ada yang membutuhkan oksigen (Khususnya yang tinggal di Tangerang dan sekitarnya) bisa menghubungi nomer ini 0821 1234 4488.

Demikian, sedikit tulisan, ditemani secangkir kopi di pagi hari mengawali aktifitas saya hari ini. Sampai berjumpa di tulisan saya yang lain.


Belum ada Komentar untuk "Bisnis Isi Ulang Oksigen Medis, Bisnis Yang Dekat Dengan Kematian"

Posting Komentar

Kejiwaan Terganggu, Inilah Dampak Negatif Internet Bagi Anak dan Remaja

Saat ini, Internet bukan suatu hal yang sulit diakses, dengan teknologi 5G yang membuat kecepatannya semakin meningkat. Karena saking mudahn...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel