Kejiwaan Terganggu, Inilah Dampak Negatif Internet Bagi Anak dan Remaja

Saat ini, Internet bukan suatu hal yang sulit diakses, dengan teknologi 5G yang membuat kecepatannya semakin meningkat. Karena saking mudahnya diakses membuat generasi muda saat ini telah mengalami pergeseran nilai sosial. Jumlah pengguna usia remaja yang menggunakan internet lebih banyak daripada kelompok umur lainnya. Mereka menggunakannya karena berbagai alasan, mulai dari mencari data untuk keperluan belajar hingga berbelanja  online.

Penggunaan Internet yang berlebihan pada akhirnya dapat menyebabkan seorang anak menjadi kecanduan dan mengakibatkan beberapa efek buruk. Mari kita tengok beberapa penyebab dan efek negatif dari kecanduan internet pada remaja.

Penyebab kecanduan internet:

Remaja mengalami kecanduan internet karena berbagai alasan seperti mencoba melepaskan diri dari kesepian dan depresi, kecemasan sosial, dan keinginan yang kuat untuk mencari pengetahuan.

Baru-baru ini, Montag et al menerbitkan penelitian mereka yang berjudul, "Peran Gen CHRNA4 dalam Kecanduan Internet: Studi Kasus-Kontrol", dalam Journal of Addiction Medicine.

Menurut penelitian ini, polimorfisme rs1044396 pada gen CHRNA4 memberikan "efek pleiotropik dalam berbagai perilaku remaja penggunanya, termasuk kognisi, emosi, dan kecanduan." Individu dengan tingkat polimorfisme ini memiliki kecenderungan kecanduan internet. Sementara, sebagai orang tua, Anda tidak dapat berbuat banyak tentang faktor genetik ini, Anda hanya dapat melakukan kontrol terhadap faktor-faktor lain.

Dampak negatif Internet bagi anak dan remaja

Baca juga:  Ternyata ini penyebab dan dampak negatif pergaulan bebas di kalangan remaja

Dampak Negatif Internet Bagi Anak dan Remaja

Merasa cemas, sedih dan depresi:

Remaja yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dunia virtual secara bertahap menjauh dari dunia nyata dan mulai hidup di dunia fantasi. Setelah periode tertentu, mereka menjadi tergantung pada Internet untuk melepaskan beban masalahnya. Dan, ketika mereka tidak dapat mengakses Internet, mereka mulai mengalami kecemasan, kesedihan dan depresi.

Tidak dapat menjaga jadwal:

Remaja menggunakan Internet untuk melakukan banyak hal seperti mencari informasi, berkorespondensi, melakukan pertemanan melalui media sosial, atau sekedar berbelanja online. Namun, dalam kasus pecandu internet, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka terlibat dalam browsing, mengobrol, atau bermain game online, alih-alih melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Juga, mereka tidak dapat membagi  waktu yang mereka habiskan dalam melakukan kegiatan tersebut. Akibatnya, mereka tidak dapat mengikuti jadwal mereka.

Kurang tidur:

Sebagian besar remaja saat ini memiliki smartphone dan / atau tablet, yang mereka bawa ke mana pun mereka pergi, bahkan ke tempat tidur. Mereka juga menggunakan perangkat ini untuk terhubung ke Internet sebelum tidur untuk mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka.

Sementara remaja normal yang tidak mengalami kecanduan internet dapat meluangkan waktu pada kehidupan yang nyata sementara mereka yang kecanduan Internet terus menjelajah selama berjam-jam. Akibatnya, mereka menderita masalah susah tidur seperti waktu tidur terlambat, kurang tidur atau gelisah, dan bangun tidurpun menjadi terlambat. Kurang tidur / gangguan tidur ini juga dapat memperburuk atau meningkatkan gejala kecemasan dan depresi.


 Isolasi sosial:

Mereka yang menghabiskan banyak waktu di Internet cenderung menjadi bagian dari satu atau beberapa komunitas pengguna online. Mereka pada akhirnya menjalin persahabatan atau berhubungan dengan banyak orang di dalam komunitasnya. Untuk tetap terhubung dengan orang-orang ini, pecandu internet tetap online selama berjam-jam. Karena perilaku seperti itu, pecandu internet sering berakhir mengisolasi diri dari keluarga dan teman sebaya mereka di kehidupannya yang nyata.


 Tidak jujur dan suka berbohong:

Hampir semua remaja yang kecanduan internet mengerti bahwa mereka memiliki masalah yang biasa mereka pendam di dalam hatinya. Namun, ketika dihadapkan atau ditanyai oleh anggota keluarga, teman, mereka berusaha menyembunyikan kebiasaan mereka. Mereka mencoba melakukan ini dengan berbohong atau tidak jujur ​​tentang waktu yang mereka habiskan di Internet.


 Perubahan suasana hati:

Remaja yang kecanduan internet menggunakan Internet untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood mereka. Mereka merasa senang atau gembira ketika mereka terhubung ke Internet. Namun, jika mereka harus berhenti menggunakan Internet atau tidak dapat mengaksesnya, mereka menjadi murung atau jengkel dan marah, atau dalam bahasa gaulnya, mati gaya.

Jika anak remaja Anda juga memiliki gadget yang membantunya terhubung ke Internet kapan pun ia mau, Anda harus mewaspadai efek negatif yang disebutkan di atas. Dan, jika Anda mencurigai anak remaja Anda sedang dalam proses untuk menjadi pecandu internet, Anda dapat membatasi atau melakukan filtering akses internetnya atau meminta bantuan dari konselor atau psikolog untuk mengatasinya.

Belum ada Komentar untuk "Kejiwaan Terganggu, Inilah Dampak Negatif Internet Bagi Anak dan Remaja"

Posting Komentar

Jangan Pernah Membeli Ketika Anda Ditawari Promo Tebus Murah Indomaret Alfamart

Sekilas Anda melihat judul artikel ini terkesan provokatif. Ya, saya memang sedang memprovokasi Anda untuk tidak membeli produk yang sedang ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel