Sejarah dan Jenis Sepeda, Perlengkapan, Manfaat dan Bahaya Bersepeda

Bersepeda merupakan aktifitas yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Selain itu bersepeda juga mudah untuk dilakukan siapa saja, tidak mengenal kelas masyarakat. Siapa saja bisa bersepeda kapanpun dan di manapun. Bahkan digaungkannya slogan "Bike To Work", menunjukkan betapa sepeda kini menjadi bagian hidup masyarakat.


Sejarah sepeda

Cikal bakal sepeda berawal dari ditemukannya velocipede, alat transportasi roda dua dengan desain dan fungsi yang masih sangat primitif. Kemudian, pada 1818, seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn menyempurnakan velocipede ini, namun bentuknya masih "banci" antara bentuk sepeda dan bentuk kereta kuda. 

Kemudian, Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besi berkebangsaan Skotlandia menyempurnakan centipede ini dengan menambahkan pedal yang terhubung dengan bagian stang kemudi. 

Ernest Michaux pada 1855, menyempurnakan desain sepeda dengan membuat pemberat engkol, sehingga laju sepeda lebih konstan. Semakin sempurna setelah Pierre Lallement (1865) yang juga berkebangsaan Perancis, menguatkan roda dengan menambah lingkaran besi di sekelilingnya (saat ini dikenal dengan sebutan velg). Lallement yang mengenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar dibanding roda belakang.


Mengapa bersepeda

Sepeda berdasarkan fungsinya merupakan alat transportasi sederhana yang menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Boleh dikatakan sepeda membantu pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya dengan lebih efisien dibandingkan dengan berjalan kaki.


Manfaat bersepeda bagi pria

Seperti dikutip dari Brilio.net yang melansir pemberitaan dari Daily Mail, pria yang rutin bersepeda  bisa mengelola pikiran dengan baik, mampu mengatasi beban kerja yang menumpuk, dan mengurangi stres. Sementara 89 responden lain menyatakan bahwa bersepeda dapat meningkatan perasaan senang. Bahkan, 39 persen para pesepeda merasakan olahraga ini memberikan energi ekstra pada malam hari saat bercinta dengan pasangan. Karena dengan bersepeda tubuh jadi lebih produktif.

Manfaat lain bersepeda dapat membangun beberapa kelompok otot yang penting. Kelompok otot itu berkaitan erat dengan fungsi seksual pria. Dr Matthew Forsyth, ahli urologi dan pengendara sepeda dari Portland, Oregon, mengatakan, "Semua otot ini (yang dibentuk saat bersepeda) digunakan selama hubungan seksual. Semakin baik mengembangkan otot-otot ini, hubungan intim yang lebih lama."

Faedah lainnya naik sepeda bisa membuat beberapa kelompok otot yang penting. Kelompok otot itu erat berkaitan dengan peranan seksual pria. Dr Matthew Forsyth, pakar urologi dan pengendara sepeda dari Portland, Oregon, menjelaskan, "Semua otot ini (yang dibentuk saat naik sepeda) digunakan selama hubungan intim. Semakin baik mengembangkan otot-otot ini, hubungan intim akan bertambah lama."



Manfaat bersepeda bagi wanita

Tidak hanya menjadi monopoli kaum pria, manfaat bersepeda juga dirasakan oleh wanita. Lalu apa saja manfaat bersepeda bagi wanita? 


Mengurangi nyeri ketika mendapatkan haid

Ketika kita mengayuh pedal sepeda, sirkulasi darah akan semakin lancar, demikian juga oksigen dalam darah akan mengalir lancar, sehingga resiko nyeri haid dapat berkurang. Tidak hanya mengurangi nyeri ketika haid, dengan bersepeda juga dapat mengurangi nyeri di bagian tubuh lainnya.


Membentuk Otot Kaki

Gowes secara rutin, akan membentuk otot kaki khususnya di area glutes, paha belakang, paha depan, dan betis. Nah Anda akan dengan mudah membakar kalori ketika otot kaki Anda terbentuk dengan baik. Memang tidak akan menyerupai kaki atlit, tapi setidaknya kaki Anda akan terihat lebih kencang, lebih ramping. Masa nggak pengen sih?


Membakar Kalori

Tubuh ramping tanpa lipatan lemak di perut merupakan dambaan bagi setiap wanita, sehingga wanita rela melakukan apapun untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diimpikan. Aneka macam dprogram diet dilakukan demi mendapatkan berat badan idea.

Nah, dengan bersepeda selama 1 jam saja, dapat membakar 400kalori hingga 1000 kalori tergantung dari intensitas dan beban kayuhan yang dipasang. Makin lama durasi bersepeda dan makin berat kayuhannya, maka lebih banyak kalori yang dibakar. 


Mencegah Terbentuknya Sel Kanker

Wanita yang rutin bersepeda akan berkurang resikonya dari terkena kanker payudara dan serangan jantung. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Glasgow. Tentunya nggak pengen kan terkena kanker yang ditakuti oleh pada wanita tersebut?


Menguatkan Sendi

Ada 4 faktor yang menyebabkan wanita lebih mudah terkena artritis dibanding pria, yaitu genetika, obesitas, biologis, dan hormon. Umumnya, gangguan sendi lebih banyak dialami oleh penderita  obesitas. Hal ini akan mudah dihindari jika Anda rutin bersepeda 


Tidur Lebih Nyenyak

Ketika Anda bersepeda, akan menyerap lebih banyak energi dan Anda tentunya merasa penat. Hal ini akan membuat tidur Anda lebih nyenyak. Dengan tidur, tubuh Anda sedang mengumpulkan energi untuk digunakan beraktifitas esok hari. Dan Andapun akan terhindar dari Insomnia.

 

Menjaga Kesehatan Mental

Wanita mudah stress dan mengalami depresi yang diakibatkan perubahan hormon. Namun bila Anda rajib bersepeda, aliran darah lebih lancar sehingga kesehatan mental juga dapat lebih terjaga. Bersepeda menggabungkan aktivitas fisik dan eksplorasi luar ruangan yang bisa membantu pikiranmu menjadi lebih rileks.


Tips bersepeda

Bersepeda merupakan aktifitas yang mudah untuk dilakukan, namun jika kita melakukannya sembarangan, tanpa persiapan, tentunya akan beresiko atau dapat membawa hal buruk untuk kita, seperti mudah lelah, mengalami cedera ketika bersepeda, dan sebagainya.

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum melakukan aktifitas bersepeda;

Gunakan pelindung kepala

Menggunakan pelindung kepala pada saat kita bersepeda dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti misalnya terbentur tanah saat terjatuh dari sepeda.


Gunakan pakaian khusus bersepeda 

Pakaian khusus sepeda sudah didesain sedemikian rupa agar nyaman digunakan saat bersepeda. Pakaian khusus bersepeda ini dibuat dari bahan lentur dan mudah menyerap keringat.


Patuhi peraturan lalu lintas

Ketika bersepeda di jalan raya, Anda wajib mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini tak lain demi keselamatan Anda sendiri serta pengguna jalan yang lain.

Gunakan tabir surya, kacamata hitam, dan topi apabila bersepeda pada siang hari 

Menggunakan tabir surya akan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang ada pada sinar matahari. Demikian pula penggunaan kacamata/ sunglasses; jika Anda tidak memiliki kacamata anti sinar UV, setidaknya gunakan kacamata berwarna gelap untuk mengurangi silau ketika bersepeda.


Hindari bersepeda jika kondisi polusi udara sedang tidak bagus.

Sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk bersepeda ketika polusi udara sedang kurang bagus, atau indikator ambang batas udara menunjukkan status tidak sehat, sangat tidak sehat atau berbahaya Hal ini demi menjaga kesehatan Anda sendiri.


Gunakan lampu sepeda apabila bersepeda pada malam hari.

Penggunaan lampu sepeda ketika bersepeda di malam hari sangat penting, agar kita tidak mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti terperosok ke saluran air atau menabrak sesuatu yang tidak kita lihat sebelumnya.


Jenis-jenis sepeda

Sepeda Lipat

Sepeda lipat

Sesuai namanya, sepeda ini bisa dilipat karena memiliki engsel pada rangkanya yang memungkinkan sepeda ini untuk dilipat sehingga lebih ringkas dan mudah dibawa kemanapun. Misalkan Anda ingin bersepeda di luar kota, Anda tinggal melipatnya dan menyimpannya dalam bagasi mobil Anda, atau dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Bentuknya yang ringkas ketika dilipat membuatnya tidak banyak makan tempat penyimpanan.


Tips memilih sepeda lipat

Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih sepeda lipat, antara lain:

  • Berat sepeda
  • Ukuran ban sepeda
  • Kepraktisan ketika dilipat
  • Asesoris pendukung
  • Sesuaikan medan yang akan ditempuh
  • Cara melipat
  • Pertimbangan harga
  • Pemilihan material frame

Rekomendasi merk pilihan sepeda lipat


Sepeda Gunung atau Mountain Bike MTB

Disebut sepeda gunung, karena karakteristik medan yang ditempuhnya lebih berat. Sepeda jenis ini pertama dikenalkan pada 1970.  Ciri-cirinya sepeda gunung antara lain memilili bobot ringan,  kerangka terbuat dari baja, aluminium atau bahan komposit serat karbon (carbon fiber reinforced plastic) dan menggunakan shock breaker (peredam goncangan)

Sepeda gunung

Seeprti dikutip dari wikipedia, berdasarkan jenis framenya, ada 4  tipe sepeda gunung

Tipe Rigid

Sepeda gunung tipe rigid


Sepeda gunung tipe rigid tidak menggunakan suspensi sama sekali, umumnya digunakan pada sepeda cross country low-end

Tipe Hardtail

Sepeda gunung tipe hardtail
Foto: serba-sepeda.blogspot.com/

Sepeda gunung tipe hardtail pada bagian depannya terdapat suspensi, sedangkan pada bagian frame dengan bagian chain stay kaku tanpa dilengkapi suspensi. Sepeda gunung tipe ini umumnya digunakan pada medan bervariasi. Adanya shock absorber pada bagian depan merupakan ciri khas dari sepeda gunung tipe hardtail. Tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika dikayuh sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum menjadi lebih mudah. Tipe ini cocok untuk cross country atau untuk aktifitas gowes di daerah pedesaan.


Tipe Soft tail

Sepeda gunung soft tail
Foto: constrologix.com


Sepeda ini memiliki frame dengan suspensi belakang yang kecil yaitu elastomer dan diaktifkan dengan frame yang fleksibel bukan dengan pivot (persendian). Karena sepeda jenis ini tidak memiliki pivot, maka sepeda jenis ini lebih nyaman dan ringan saat digunakan, dibandingkan dengan sepeda jenis full suspension lainnya, dan juga tetap memiliki efisiensi mengayuh pedal layaknya jenis hardtail.


Tipe Full Suspension

sepeda gunung full suspensi
Foto: canyon.com

Sepeda gunung full suspension ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay pivot yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk sepeda full suspension lebih nyaman digunakan dimedan off-road yang memiliki kontur tanah atau bebatuan. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam oleh shock absorber yang berada di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Sehingga ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda tidak terlalu ekstrem. sehingga sepeda lebih mudah dikontrol.

Sepeda Balap atau Road Bike

sepeda balap road bike
Sepeda balap, atau dikenal sebagai road bike pada awalnya memang dikhususkan untuk perlombaan balap sepeda. Namun kini banyak masyarakat yang menggunakan sepeda ini untuk aktifitas yang lain seperti pergi ke kantor, atau sekedar berolahraga. Sepeda balap hanya cocok digunakan pada jalanan beraspal yang halus, dan tidak cocok pada jalanan tanah atau medan off road.

Sepeda Onthel

Sepeda onthel

Sepeda onthel merupakan sepeda dengan desain yang vintage, klasik dan umumnya hanya untuk dikoleksi. Karena umumnya sepeda ini diproduksi di masa lampau, meskipun ada juga sepeda onthel yang diproduksi di era saat ini, seperti merk London Taxi. Sepeda onthel biasanya memiliki komunitas sendiri dan umumnya muncul pada saat even atau acara tertentu.


Sepeda Fixie

Sepeda Fixie

Sebutan fixie merupakan singkatan dari "Fixed Gear" di mana sistem penggerak sepeda ini hanya memiliki satu gear tetap (fixed) yang terdapat pada roda belakang. Seperti dikutip dari sepeda.me, Sepeda fixie tidak menggunaan derailleur, shifter, double atau triple chainring crankset, bahkan bagi beberapa orang sepeda fixie tidak membutuhkan rem. 

Sepeda fixie tidak memiliki mekanisme freewheel, sehingga setiap perputaran roda akan diikuti perputaran pedal, baik ke depan atau ke belakang. 

Sepeda fixie berbeda dari sepeda lainnya, terutama pada mekanisme pengereman, untuk menghentikan sepeda fixie dilakukan dengan menghentikan putaran pedal. Tidak cukup hanya dengan menahan dan mengurangi putaran pedal. Pedal harus ditahan cukup kuat, biasanya sambil berdiri di atas pedal, untuk menghentikan perputaran roda.  


Sepeda BMX

Sepeda BMX diperuntukkan untuk akrobatik dan kecepatan untuk itu sepeda BMX didesain lebih tahan banting dibandingkan  sepeda lainnya. Dikutip dari wikipedia, Sepeda BMX  dibagi menjadi beberapa jenis sesuai bentuk dan pemakaiannya.

Park

Jenis sepeda BMX jenis park (kadang disebut juga vert) sering mengurangi komponen atau mengecilkan struktur sepeda untuk mengurangi berat sepeda, sehingga lebih mudah untuk melakukan gerakan akrobatik. Kadang sepeda BMX park juga tidak memakai rem. Berawal dari kegiatan bersepeda di taman yang dipakai untuk papan luncur, dimana terdapat struktur lompatan yang terbuat dari semen ataupun kayu. Setelah itu, banyak dibuat taman atau arena khusus untuk berolahraga sepeda BMX.


Trails/Dirt Jump (DJ)

Mirip dengan sepeda BMX park, tetapi memiliki tapak ulir pada ban yang lebih tebal untuk cengkraman yang lebih kuat terhadap permukaan tanah. Membutuhkan loncatan (jalan, tanah, permukaan, atau infrastruktur yang miring), sehingga pengendara sepeda akan melompat dan melakukan atraksi di udara.


Flatland

Sepeda BMX flatland memiliki geometri yang berbeda dari BMX pada umumnya, karena membutuhkan struktur bagi kaki dan tangan untuk menyeimbangkan badan pada sepeda. Sepeda BMX ini umumnya menggunakan 4 jalu (pijakan kaki) pada rodanya untuk membantu keseimbangan untuk melakukan gerakan akrobatik yang ekstrem.


Race

Sepeda balap BMX memiliki gir depan (chainring) yang besar, agar menghasilkan gir rasio yang besar, sehingga maksimal untuk kecepatan. Sepeda balap BMX diharuskan memiliki rem.


Street

Sepeda BMX street dipakai untuk melakukan aksi di jalan dan infrastruktur kota. Sehingga sepedanya biasanya lebih kuat dan berat, karena banyak bersentuhan dengan struktur yang keras. Kadang tidak memiliki rem, agar setang sepeda bisa bebas diputar tanpa terhalang oleh kabel rem. Sehingga untuk menghentikan laju sepeda, pesepeda biasanya menahan laju roda dengan tapak kakinya.


Sepeda Touring

Sepeda Touring
 foto : flickr.com
Sesuai namanya, sepeda ini digunakan untuk touring atau melakukan perjalanan jarak jauh dari satu tempat ke tempat lainnya. Sepeda ini dirancang agar secara ergonomis dapat digunakan untuk waktu yang lama dan pengendara tidak mudah lelah. Sepeda ini memiliki rak yang dapat digunakan untuk meletakkan barang bawaan.


Sepeda Hybrid

Sepeda Hybrid

Sepeda hybrid menggabungkan antara sepeda gunung dan sepeda road bike. Sepeda ini bisa meluncur di jalan raya seperti road bike, juga bisa digunakan menjelajahi medan terjal seperti mountain bike. Sepeda hybrid memiliki stang mendatar dan lebar, tidak memiliki suspensi, dan menggunakan ban seperti yang digunakan di sepeda fixie. 


Sepeda Tandem

Sepeda tandem
Foto: Merdeka.com

Sepeda tandem memiliki sadel dan pedal lebih dari satu, dan karenanya bisa dikayuh oleh dua orang atau lebih. Sepeda ini menawarkan sensasi kebersamaan, kedekatan dan aktifitas yang menyenangkan bersama orang-orang terdekat.


Sepeda Keranjang

Sepeda Keranjang


Disebut sepeda keranjang, karena sepeda ini dilengkapi keranjang pada bagian depannya. Sepeda ini umumnya digunakan untuk membawa barang, seperti barang belanjaan atau yang lainnya. Sepeda ini umumnya digunakan oleh ibu-ibu atau kaum perempuan.

Sepeda Listrik

sepeda listrik
Foto: sepeda.me


Sesuai namanya, sepeda listrik menggunakan tenaga listrik untuk menggerakannya, bukan listrik bolak balik/ AC seperti yang digunakan di rumah-rumah, tapi listrik searah/ DC. Ya, sepeda ini menggunakan baterai yang bisa diisi ulang sebagai penggeraknya. Umumnya laju sepeda listrik didesain agar tidak terlalu cepat, sekitar 30-40km per jam. 

Perlengkapan Wajib / Penting Yang Harus Digunakan Saat Bersepeda

Demi keamanan dan kenyamanan saat mengendarai sepeda, ada beberapa perlengkapan bersepeda yang sebaiknya Anda miliki, seperti antara lain:

  • Helm.
  • Jersey/ Baju yang berwarna terang.
  • Celana Sepeda.
  • Sarung Tangan/ Gloves.
  • Lampu.
  • Sepatu Sepeda.
  • Botol Minum.
  • Kacamata.


Bahaya bersepeda

Di balik beragam manfaatnya untuk kesehatan, bersepeda juga memiliki resiko. Masih banyak pesepeda yang abai dalam keselamatan berlalu lintas, cenderung egois di jalan raya. Tak jarang rombongan pesepeda menerobos lampu lalu lintas walaupun masih menyala merah. Hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain.

Dari sisi kesehatan, terkadang ada pesepeda yang memaksakan diri mengayuh sepedanya. Hal yang sering dijumpai adalah dehidrasi, di mana cairan yang keluar dari tubuh tidak diimbangi asupan cairan penggantinya. Selain itu, serangan jantung juga seringkali mengancam pesepeda. Tentu ingat, beberapa waktu lalu di pemberitaan media online, ditemukan pesepeda dalam kondisi meninggal dunia di tepi jalan raya. 



Belum ada Komentar untuk "Sejarah dan Jenis Sepeda, Perlengkapan, Manfaat dan Bahaya Bersepeda"

Posting Komentar

Cara Menanam Lidah Buaya Untuk Rumahan dan Skala Perkebunan

Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman yang masuk dalam famili xanthorrhoeaceae dan masuk genus aloe. Tanaman ini mudah ditemui di kaw...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel