Benarkah Manusia Keturunan Monyet? Membedah Teori Evolusi Darwin

Mungkin terbersit dalam pikiran Anda, dari mana asal muasal kehidupan? Pertanyaan ini sederhana saja, namun untuk menjawabnya sangat sulit, bahkan untuk seorang filsuf kaliber sekalipun.  Pertanyaan ini pula yang kemudian melahirkan bermacam-macam filsafat yang diinterpretasikan dalam bentuk  teori, doktrin, dan ideologi. 

Benarkah  Manusia Keturunan Monyet? Membedah Teori Evolusi Darwin


Di antara teori tentang asal-usul kehidupan, tampaknya Teori Evolusi Darwin yang menjadi bahan polemik kontroversial di seluruh dunia. Betapa tidak, teori ini berkembang menjadi ideologi destruktif dalam sejarah kelam kehidupan manusia sehingga mengakibatkan pembantaian jutaan manusia yang tak berdosa dan menyebar luas menjadi pemahaman ateisme dan sekularisme.

Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno yang menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan dunia ilmiah pada abad 19 M. Teori ini berpendapat bahwa segala sesuatu muncul tidak melalui penciptaan, tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur.

Orang pertama yang mengajukan teori evolusi secara ilmiah adalah biologiwan Prancis, Jean-Baptiste Lamarck'. Teori Lamarck meyakini bahwa makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang mereka peroleh selama hidup ke generasi berikutnya. Contoh, jerapah merupakan hasil evolusi dari binatang sejenis kijang yang lehernya memanjang terus-menerus saat berusaha mendapatkan makanan di dahan pohon yang lebih tinggi. Perubahan terjadi pada spesies akibat reaksi mereka terhadap lingkungan (adaptasi). Anggota tubuh yang terlatih akan menguat, sementara yang tidak terpakai akan melemah dan tereduksi. Hasil adaptasi ini lalu diwariskan secara turun-temurun kepada anaknya.

Teori evolusi mencapai puncaknya pada masa Charles Darwin lewat buku spektakulernya yang berjudul The Origin of Species yang terbit pada 1859. la menyatakan semua spesies berasal dari satu nenek moyang yang sama melalui proses yang terjadi secara kebetulan. Contohnya, menurut Darwin, ikan paus berevolusi dari beruang yang mencoba berburudi laut. 

Perbedaan antara teori Darwin dan Lamarck adalah penekanannya pada seleksi alam. Darwin berteori, terjadi persaingan untuk kelangsungan hidup (struggle of life) di alam dan spesies terkuat yang mampu bertahan dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebagai perbandingan, Darwin ketika itu mengamati bentuk paruh burung finch yang berlainan di Kepulauan Galapagos pada 1831 M. Darwin berpendapat, variasi pada paruh Burung finch disebabkan adaptasi mereka terhadap habitat.

Salah satu fakta sejarah yang mungkin luput dari pengamatan adalah kepercayaan manusia kepada aspek materi sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, misalnya, di wilayah Mesir, Yunani, Sumeria, dan India Kuno. Di wilayah tersebut lahir kepercayaan bahwa kehidupan berasal dari benda mati dan berkembang melalui proses evolusi. Pemahaman tentang evolusi di Yunani pada abad 5 SM, contohnya filsafat Milesia Yunani, bisa kita lihat dalam pemikiran Thales, Anaximander, dan Empedocles yang berpendapat bahwa makhluk hidup berasal dari unsur-unsur tak hidup (air, api, tanah, dan udara) dan terjadi dengan sendirinya. Filsafat ini kemudian dikembangkan oleh filsuf lainnya, yaitu Democritus dan Aristoteles, yang menjadi inspirasi bagi teori evolusi modern, seperti evolusionis Prancis, Comte de Buffon, yang menjadi rujukan dasar Teori Evolusi Darwin. Kini teori tersebut dikembangkan lagi oleh Ernst Mayr, Theodosius Dobzhansky, dan Julian Huxley (Neo-Darwinisme).

Jadi, bisa dikatakan Teori Evolusi Darwin merupakan evolusi dari pemahaman evolusi masa kebudayaan kuno. Secara ideologis dan filsafat, teori Darwin ini kemudian dijadikan landasan teori Karl Marx dan Friedrich Engels yang diimplementasikan, di antaranya oleh Hitler, Benito Mussolini, Vladimir Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Ho Chin Minh, dan Kim Il Sung.

Teori Darwin dan filsafat Materialisme, yang berprinsip dasar materialisme dan menganggap alam semesta tidak pernah diciptakan dan eksistensi, adalah teori yang dimentahkan dengan fakta ilmiah modern bahwa segala sesuatu memiliki awalan, dalam artian melalui proses penciptaan. Berikut beberapa prinsip penting dalam teori evolusi dan bantahan menurut ilmu pengetahuan modern.


Pustaka:
50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran, Andri Mesapati, Luki Andriansyah, Gemma A, Penerbit Mizania, 2016 

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Manusia Keturunan Monyet? Membedah Teori Evolusi Darwin"

Posting Komentar

Cara Pengajuan dan Syarat Kartu Kredit BCA Secara Online

Pada postingan sebelumnya, saya telah membahas Cara membuka rekening BCA secara online , dan kali ini kita akan membahas Cara pengajuan dan ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel