Blog ini disponsori oleh :

Niagahoster : Bangun websitemu dari sekarang ! Gratis Domain dan SSL, Diskon Sampai 75% 

Teleskop Luar Angkasa James Webb Milik NASA Berhasil Mendeteksi Adanya Karbon Dioksida di Atmosfer Exoplanet

Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA, untuk pertama kalinya, mendeteksi bukti karbon dioksida di atmosfer sebuah planet di luar tata surya. Bukti adanya karbon dioksida telah terlihat di planet ekstrasurya WASP-39 b, yang ditemukan pada tahun 2011. Terletak sekitar 700 tahun cahaya dari Bumi, WASP-39 b adalah planet raksasa gas panas yang mengorbit bintang mirip Matahari.

Menurut NASA, temuan ini memberikan wawasan penting tentang pembentukan dan komposisi planet ini. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa teleskop ruang angkasa yang paling kuat mungkin dapat melacak dan mengukur karbon dioksida di atmosfer yang lebih tipis dari planet berbatu yang lebih kecil.

Teleskop Luar Angkasa James Webb
Foto: https://waspplanets.files.wordpress.com/

Untuk mendeteksinya, tim peneliti menggunakan instrumen Near-Infrared Spectrograph (NIRSpec) dari teleskop luar angkasa James Webb. Mereka mengamati sebuah bukit kecil antara 4,1 dan 4,6 mikron dalam spektrum atmosfer planet ekstrasurya yang, menurut tim, merupakan bukti jelas dan rinci pertama yang menunjukkan keberadaan karbon dioksida.

“Begitu data muncul di layar saya, fitur karbon dioksida yang luar biasa menarik saya. Itu adalah momen spesial, melewati ambang batas penting dalam ilmu eksoplanet,” kata Zafar Rustamkulov, anggota tim Ilmu Pelepasan Awal Komunitas Transit Exoplanet JWST, yang melakukan penyelidikan ini.

Sebelum ini, tidak ada observatorium lain yang mengukur perbedaan halus dalam kecerahan banyak warna individu dalam kisaran 3 hingga 5,5 mikron dalam spektrum transmisi planet ekstrasurya. Rentang spektrum ini diyakini penting untuk mengukur kelimpahan gas seperti metana, air, dan karbon dioksida. Gas-gas ini diperkirakan ada di banyak exoplanet dengan tipe yang berbeda.

Menurut Natalie Batalha dari University of California, yang memimpin tim, deteksi sinyal karbon dioksida yang jelas memancarkan harapan bahwa atmosfer di planet yang lebih kecil dan berukuran terestrial juga akan terdeteksi.

Mengumpulkan informasi tentang komposisi atmosfer planet dianggap penting karena menyimpan petunjuk tentang asal usul dan evolusinya. Menurut para peneliti, mengukur fitur karbon dioksida di WASP-39 b akan membantu menentukan jumlah material padat dan gas yang masuk ke dalam pembentukan planet.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak