10 Gunung berapi dengan letusan paling mematikan di dunia, 5 di antaranya ada di Indonesia

Letusan gunung berapi dapat sangat berbahaya. Beberapa gunung berapi telah meletus secara katastrofik, membunuh banyak orang atau jenis kehidupan lainnya.

Gunung berapi dapat membahayakan masyarakat sekitar dengan mengeluarkan awan panas abu vulkanik di lerengnya, menyebabkan tsunami dan melepaskan aliran lumpur yang kuat yang terbuat dari abu dan es glasial yang meleleh.

Letusan gunung berapi yang terdaftar di bawah ini telah mengakibatkan lebih dari 3.000 kematian manusia yang diketahui.

Ada letusan yang lebih besar yang terjadi, tapi tidak ada orang yang tinggal di dekatnya untuk terancam, seperti letusan Valley of Ten Thousand Smokes di Alaska pada tahun 1912.

Jenis letusan ini menjadi pengingat bahwa planet kita hidup dan, dalam beberapa kasus, berbahaya.

Mari lihat gunung berapi yang letusannya paling banyak membawa korban jiwa di dunia. 


1. Gunung Tambora

gunung berapi paling mematikan


Gunung Tambora adalah stratovolcano yang terletak di pulau Sumbawa di Indonesia. Ini adalah salah satu gunung berapi paling aktif di negara ini dan memiliki sejarah letusan yang panjang.

Letusan Gunung Tambora yang paling terkenal terjadi pada tahun 1815, yang merupakan salah satu letusan gunung berapi terbesar dan paling merusak dalam sejarah. Letusan tersebut menyebabkan kematian dan kehancuran yang meluas, dengan perkiraan 92.000 orang tewas akibat letusan dan akibatnya. Data yang lain menyebutkan, korban jiwa akibat letusan gunung Tambora mencapai 250.100 orang. Ledakannya begitu dahsyat hingga menyebabkan puncak gunung runtuh, menciptakan kaldera yang kini terisi air dan membentuk danau kawah yang besar.

Letusan tersebut juga menyebabkan perubahan iklim global, menghasilkan fenomena yang dikenal sebagai "Tahun Tanpa Musim Panas" pada tahun 1816, ketika terjadi tingkat dingin dan curah hujan yang tidak normal di banyak bagian dunia. Terlepas dari sejarah letusannya yang merusak, Gunung Tambora adalah tujuan wisata yang populer karena pemandangannya yang menakjubkan dan kesempatan untuk mendaki ke puncak.

Gunung Tambora berdiri di ketinggian 2.850 meter (9.350 kaki) dan merupakan puncak tertinggi di Pulau Sumbawa. Gunung berapi ini terletak di wilayah yang terkenal dengan aktivitas seismiknya yang tinggi dan merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, zona aktivitas tektonik intens yang rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Selain letusan tahun 1815, Gunung Tambora telah mengalami beberapa letusan besar lainnya sepanjang sejarahnya. Letusan pertama yang tercatat terjadi pada tahun 930, dan gunung berapi tersebut telah mengalami beberapa letusan kecil sejak saat itu. Letusan besar terakhir terjadi pada tahun 1967, ketika gunung berapi memuntahkan abu dan lahar selama beberapa bulan.

Terlepas dari sejarah letusannya yang merusak, Gunung Tambora merupakan sumber daya alam yang penting bagi wilayah tersebut dan merupakan rumah bagi berbagai kehidupan tumbuhan dan hewan. Gunung ini tertutup hutan lebat dan merupakan rumah bagi sejumlah spesies langka, termasuk kadal monitor berduri Sumbawa yang terancam punah. Daerah sekitarnya juga merupakan kawasan pertanian yang penting, dengan tanaman seperti padi, jagung, dan kopi ditanam di tanah vulkanik yang subur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Tambora telah menjadi tujuan wisata yang populer, dengan pengunjung yang datang untuk mendaki ke puncak dan menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas. Gunung ini juga merupakan tujuan populer untuk panjat tebing dan pendakian gunung. Terlepas dari risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkaniknya, Gunung Tambora terus menarik pengunjung dari seluruh dunia.


2. Gunung Krakatau

gunung berapi paling dahsyat


Gunung Krakatau adalah sebuah gunung api yang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini terkenal karena letusan yang sangat besar pada tahun 1883 yang menyebabkan terjadinya tsunami dan menyebabkan banyak korban jiwa. Letusan tersebut juga merupakan salah satu letusan terbesar yang pernah terjadi di dunia, dan terdengar sampai jarak hingga 4.800 kilometer jauhnya. Saat ini, Gunung Krakatau  masih aktif dan terus memuntahkan abu vulkanik, tetapi tidak sesering sebelumnya.

Setelah letusan terbesar pada tahun 1883, Gunung Krakatau  terus mengalami aktivitas vulkanik yang menyebabkan terjadinya beberapa letusan kecil. Pada tahun 1927, terjadi letusan kecil yang menyebabkan terjadinya sebuah pulau baru di dekat Gunung Krakatau. Pulau tersebut kemudian diberi nama Anak Krakatau.

Pada tahun 2018, Anak Krakatau  mengalami letusan yang cukup besar yang menyebabkan terjadinya tsunami di sekitar pulau tersebut. Letusan tersebut juga menyebabkan terjadinya perubahan topografi di sekitar Gunung Krakatau, dengan terbentuknya sebuah cekungan baru di dasar laut.

Gunung Krakatau  merupakan salah satu gunung api yang paling terkenal di Indonesia, dan merupakan bagian dari Garis Vulkanas Bumi, sebuah rantai gunung api yang mengelilingi Samudra Pasifik. Gunung Krakatau  merupakan bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan taman nasional pertama yang ditetapkan di Indonesia pada tahun 1992.


3. Gunung Pelee

letusan dahsyat gunung berapi

Gunung Pelée adalah sebuah gunung api yang terletak di Pulau Martinique, Kepulauan Karibia. Gunung ini terkenal karena letusan yang sangat besar pada tahun 1902 yang menyebabkan terjadinya tsunami dan menyebabkan banyak korban jiwa. Letusan tersebut merupakan salah satu letusan terbesar yang pernah terjadi di Karibia, dan terdengar sampai jarak hingga 2.000 kilometer jauhnya.

Setelah letusan tersebut, Gunung Pelée tidak mengalami aktivitas vulkanik yang signifikan sampai tahun 1929, ketika terjadi letusan kecil yang menyebabkan terjadinya sebuah pulau baru di dekat Gunung Pelée. Pulau tersebut kemudian diberi nama Morne La Tortue, yang berarti "Gunung Keldai" dalam bahasa Indonesia.

Gunung Pelée merupakan salah satu gunung api yang paling terkenal di Kepulauan Karibia, dan merupakan bagian dari Garis Vulkanas Bumi, sebuah rantai gunung api yang mengelilingi Samudra Pasifik. Gunung ini masih aktif sampai sekarang, meskipun tidak sesering sebelumnya.

Letusan Gunung Pelée pada tahun 1902 merupakan salah satu letusan terbesar yang pernah terjadi di Kepulauan Karibia, dan merupakan letusan terbesar yang pernah tercatat di pulau Martinique. Letusan tersebut menyebabkan terjadinya tsunami yang menghancurkan kota Saint-Pierre, yang merupakan kota terbesar di pulau tersebut.

Pada saat letusan tersebut terjadi, kota Saint-Pierre memiliki populasi sekitar 30.000 jiwa. Hanya ada sekitar 2.000 orang yang selamat dari letusan tersebut, dengan sebagian besar korban jiwa terjadi karena terkena abu vulkanik yang menyebar di udara. Letusan tersebut juga menyebabkan terjadinya kebakaran di sekitar kota, yang menambah kekacauan dan kerusakan yang terjadi.

Setelah letusan tersebut, Gunung Pelée tidak mengalami aktivitas vulkanik yang signifikan sampai tahun 1929, ketika terjadi letusan kecil yang menyebabkan terjadinya sebuah pulau baru di dekat Gunung Pelée. Pulau tersebut kemudian diberi nama Morne La Tortue, yang berarti "Gunung Keldai" dalam bahasa Indonesia. Meskipun letusan tersebut tidak sebesar letusan pada tahun 1902, letusan tersebut masih menyebabkan terjadinya beberapa korban jiwa dan kerusakan di sekitar pulau Martinique.


4. Gunung Nevado del Ruiz

Gunung berapi dengan letusan paling mematikan di dunia


Nevado del Ruiz adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Andes, Kolombia. Gunung ini terkenal karena letusan yang terjadi pada tahun 1985 yang menyebabkan terjadinya lahar vulkanik yang mengalir ke daerah sekitar gunung. Lahar vulkanik tersebut menyebabkan terjadinya banyak korban jiwa dan kerusakan di daerah sekitar gunung.

Letusan tersebut terjadi ketika lapisan es yang menutupi puncak gunung terlepas akibat terjadinya letusan, yang kemudian menyebabkan terjadinya lahar vulkanik yang mengalir ke daerah sekitar gunung. Lahar vulkanik tersebut menyebabkan terjadinya kerusakan yang sangat besar di sekitar kota Armero, yang merupakan kota terbesar di dekat gunung tersebut.

Nevado del Ruiz merupakan salah satu gunung berapi yang paling terkenal di Kolombia, dan merupakan bagian dari Garis Vulkanas Bumi, sebuah rantai gunung api yang mengelilingi Samudra Pasifik. Gunung ini masih aktif sampai sekarang, meskipun tidak sesering sebelumnya.


5. Gunung Samalas/ Rinjani Tua

Gunung berapi dengan letusan paling mematikan di dunia


Samalas, juga dikenal sebagai Rinjani Tua, adalah bagian dari apa yang sekarang dikenal sebagai kompleks vulkanik Rinjani di Pulau Lombok, Indonesia.

Gunung berapi Samalas di pulau Lombok, Indonesia, meletus secara dahsyat pada tahun 1257. Letusan tersebut memiliki kemungkinan Indeks Ledakan Vulkanik 7, menjadikannya salah satu yang terbesar di zaman Holosen saat ini.

Peristiwa itu menghasilkan kolom letusan setinggi puluhan kilometer dan aliran piroklastik yang mengubur sebagian besar Lombok dan menyeberangi laut untuk mencapai pulau tetangga Sumbawa.

Banjir menghancurkan pemukiman manusia, termasuk Pamatan, ibu kota kerajaan di Lombok. Korban tewas diperkirakan antara 15.000 dan 20.000.

Gunung Samalas atau Rinjani Tua terletak di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Gunung ini merupakan gunung berapi yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Selain itu, gunung ini juga tergabung dalam kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Pendakian ke Gunung Rinjani Tua memerlukan persiapan yang matang dan kondisi fisik yang baik, karena pendakian ke gunung ini cukup sulit dan terjal. Ada beberapa rute pendakian yang biasa dilalui, yaitu melalui Sembalun Lawang di Desa Sembalun, atau melalui Senaru di Desa Senaru. Pendakian ke gunung ini biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 4 hari, tergantung pada rute yang dipilih.

Selain menjadi salah satu tempat wisata alam yang indah dan menarik, GunungRinjani Tua juga merupakan sumber air bagi masyarakat sekitar. Air yang terkumpul di kawah gunung ini kemudian dialirkan ke beberapa daerah melalui sistem irigasi yang telah dibuat.

Gunung Rinjani Tua merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Meskipun demikian, gunung ini tidak terlalu sering mengeluarkan letusan vulkanik yang besar. Namun, tetap harus berhati-hati saat melakukan pendakian ke gunung ini, terutama jika terjadi gejala aktivitas vulkanik yang meningkat.


6. Gunung Unzen

Gunung berapi mematikan


Gunung Unzen, juga dikenal sebagai Unzen-dake dalam bahasa Jepang, adalah kelompok vulkanik aktif dari beberapa stratovolcano yang tumpang tindih di pulau Kyushu, pulau utama paling selatan Jepang.

Pada tahun 1792, runtuhnya salah satu kubah lava menyebabkan megatsunami yang menewaskan 14.524 orang, menjadikannya bencana vulkanik terburuk di Jepang.

Setelah itu, tidak ada letusan besar hingga 3 Juni 1991, ketika letusan memaksa ribuan rumah di sekitarnya dievakuasi dan menewaskan 43 orang.


7. Gunung Vesuvius

Gunung berapi dengan letusan paling mematikan


Vesuvius, juga dikenal sebagai Gunung Vesuvius atau Vesuvio Italia, adalah gunung berapi aktif di Italia selatan yang menjulang di atas Teluk Napoli di dataran Campania.

Letusannya yang paling terkenal terjadi pada tahun 79 M, dan merupakan salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Eropa.

Pada musim gugur tahun 79 M, gunung tersebut dengan keras mengeluarkan awan tephra dan gas yang sangat panas hingga ketinggian 33 km, mengeluarkan batuan cair, batu apung yang dihaluskan, dan abu panas, yang pada akhirnya melepaskan 100.000 kali energi panas Hiroshima dan Bom atom Nagasaki.

Sejauh ini, sisa-sisa lebih dari 1.500 orang telah ditemukan di Pompeii dan Herculaneum, dengan total korban tewas akibat letusan tidak diketahui tetapi diperkirakan lebih dari 13.000 orang.


8. Gunung Kelud

Gunung berapi paling dahsyat


Kelud adalah stratovolcano aktif di kota Kediri, Indonesia, Jawa Timur. Kelud, seperti banyak gunung berapi di Indonesia dan lainnya di Cincin Api Pasifik, memiliki sejarah letusan eksplosif yang besar.

Lebih dari 10.000 orang tewas akibat letusan terparah Gunung Kelud pada tahun 1586. Pada tanggal 19 Mei 1919, letusan lain di Kelud menewaskan sekitar 5.000 orang, yang sebagian besar tewas akibat semburan lumpur panas. Letusan lain telah terjadi tanpa korban jiwa.

Sebuah ledakan dahsyat pada tahun 2007 mengisi kawah dengan kubah lava. Letusan terakhirnya pada 13 Februari 2014 menghancurkan kubah lava dan menyemburkan bongkahan batu besar, bebatuan, dan abu sejauh 500 kilometer di Jawa Barat.


9. Gunung Berapi Santa Maria 

Gunung berapi paling dahsyat


Gunung Berapi Santa Maria adalah gunung berapi aktif besar di dataran tinggi barat Guatemala, dekat kota Quetzaltenango di Departemen Quetzaltenango.

Letusan pertama Santa Mara yang tercatat terjadi pada Oktober 1902.

Letusan dimulai pada 24 Oktober, dengan ledakan terbesar terjadi selama dua hari berikutnya, mengeluarkan sekitar 8 kilometer kubik magma. Itu berlangsung 19 hari dan menghasilkan 5,5 kilometer kubik puing piroklastik dasit.

Pada tanggal 25 Oktober, letusan Plinian terbesar terjadi, menghasilkan kolom abu setinggi 28 kilometer. Korban tewas diperkirakan mencapai 6.000 orang.


10. Gunung Galunggung

Gunung berapi paling mematikan


Gunung Agung, juga dikenal sebagai Gunung Agung di Indonesia dan Piek Van Bali di Belanda, adalah sebuah gunung berapi di timur laut Bali, Indonesia.

Letusan sejarah pertama Galunggung terjadi pada tahun 1822, menghasilkan aliran piroklastik dan lahar yang menewaskan 4.011 orang.

Setelah tidak aktif selama 120 tahun, meletus pada tahun 1963, menewaskan 1.600 orang dan membuat 86.000 orang mengungsi.

Letusan besar terakhir di Galunggung terjadi pada tahun 1982, dengan Volcanic Explosivity Index 4 dan menewaskan 18 orang secara tidak langsung melalui kecelakaan lalu lintas dan kelaparan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak