Cara membuat Lubang Resapan Air Hujan Biopori

Membahas cara membuat Cara membuat Lubang Resapan Air Hujan Biopori di saat musim kemarau panjang seperti saat ini sebenarnya kurang pas, tapi tidak ada salahnya kita belajar, agar saat di musim hujan nanti kita lebih siap menghadapinya.



Seperti kita tahu, bencana banjir sudah menjadi sesuatu yang biasa saja bagi sebagian besar warga Jakarta, saking terlalu seringnya terkena banjir ketika musim hujan datang. Dari saat Jakarta masih bernama Batavia, sudah biasa terjadi banjir. 

Namun, banjir saat ini tidak menjadi monopoli warga Jakarta saja, tapi beberapa wilayah di Indonesia juga terkena banjir. Efek deforestasi yang sangat masif, dengan membakar hutan untuk pembukaan ladang perkebunan, seperti yang terjadi saat ini juga turut menyumbang terjadinya banjir. Jika hal ini tidak segera diimbangi dengan langkah perbaikan, maka hutan kita akan habis, dan banjir menjadi pemandangan yang biasa bagi sebagian masyarakat kita. Lalu langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah banjir? Salah satunya dengan membuat lubang biopori.

Apa itu lubang biopori?

Lubang biopori merupakan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan dengan banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, salah satunya adalah meningkatkan daya resap air, mengubah sampah organik menjadi kompos untuk dipakai sebagai pupuk, pengurang gas rumah kaca (CO2 dan metan) serta mengaktifkan organisme tanah dalam mencegah serta mengatasi masalah yang dapat ditimbulkan oleh genangan air (demam berdarah, malaria dan sebagainya)

Cara membuat lubang resapan air hujan biopori

Untuk membuat lubang resapan air hujan biopori, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Lubang resapan air hujan dapat dibuat di dasar saluran buangan air hujan, di alur sekeliling batang pohon, batas sekeliling taman atau ruang terbuka hijau. 
  2. Buatlah beberapa lubang berbentuk silindris secara vertikal ke dalam tanah, dengan ukuran diameter 10 cm sedalam 100 cm dengan jarak antara biopori sejauh 50-100 cm
  3. Perkuat mulut lubang dengan semen selebar 2-3cm di sekelilingnya
  4. Isi lubang dengan sampah organik, bila isi lubang sudah berkurang dan menyusut karena terjadi pembusukan.
  5. Kompos yang terbentuk di dalam lubag dapat dipanen setiap akhir musim kemarau sebagai pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman.
Demikian Cara membuat Lubang Resapan Air Hujan Biopori. Jika pembuatan lubang resapan air hujan  biopori dapat diterapkan di masyarakat maka dapat berpotensi untuk meminimalkan terjadinya banjir. 

1 Response to "Cara membuat Lubang Resapan Air Hujan Biopori"

Merpati Balap/ Aduan, Yuk Kenali Ciri-cirinya

Merpati balap atau disebut juga merpati aduan merupakan hasil dari burung merpati yang telah dikembangbiakkan secara khusus agar memiliki ke...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel