10 Wisata Sejarah Kawasan Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua selain menyajikan pemandangan eksotis tempo dulu, namun kaya juga akan berbagai sejarah yang melingkupinya. Di kawasan kota tua inilah pusat pemerintahan pada masa kolonial Belanda. Lokasi yang menjadi saksi sejarah lahimya kota Jakarta ini menyimpan sejuta pesona untuk wisata sejarah dan budaya.

1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)


museum fatahillah
Museum Fatahillah, Foto via megapolitan.kompas.com
Di zaman pendudukan Belanda, gedung Museum Fatahillah ini sebelumnya berfungsi sebagai balai kota, pengadilan sekaligus merupakan penjara bawah tanah yang mengerikan. Saat ini, gedung ini menjadi museum yang memiliki koleksi benda bernilai sejarah Jakarta antara lain seperti: mebel antik peninggalan Belanda, beberapa prasasti dan arca, alat musik Gambang Kromong, dan lain sebagainya.

Museum Fatahillah berlokasi di Jalan Taman Fatahillah No.2 Jakarta Barat

2. Lapangan Fatahillah


Lapangan Fatahillah, foto via merdeka.com
Seperti halnya bangunan balai kota di Belanda, balai kota Jakarta (sekarang Museum Sejarah Jakarta) memiliki lapangan luas. Pada jaman dahulu, lapangan ini merupakan tempat eksekusi pelaksanaan hukuman gantung bagi tahanan. Namun, sejarah yang kelam tersebut saat ini berganti dengan riuhnya pagelaran budaya yang sering digelar di sini.


3. Meriam Si Jagur


Meriam si Jagur memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama pada bagian belakáng meriam, yang berbentuk tangan mengepal dengan ibu jari dikepit jari telunjuk dan jari tengah, Meriam si Jagur ini merupakan perlambang kesuburan dan saat ini melengkapi koleksi di Museum Sejarah Jakarta.

4. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia di Jakarta
Museum Bank Indonesia, foto via FB @museumBI

Museum Bank Indonesia terletak di bekas gedung De Javasche Bank yang dibangun pada 1828. Elemen bangunan lama yang berpadu dengan sentuhan kekinian menjadikannya museum yang menarik. Museum ini memanfaatkan teknologi modern dan multimedia, panel statistik, display elektronik dan diorama untuk menceritakan tentang kiprah Bank Indonesia dalam membangun dan menggerakan perekonomian bangsa,

Museum Bank Indonesia buka setiap hari, berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta

5. Toko Merah

toko merah jakarta

Bangunan toko merah ini merupakan yang paling menonjol di antara deretannya karena bagian depan bangunannya yang berwarna merah. Sekitar tiga abad silam, Toko Merah ini merupakan rumah Gubernur Jendral Hindia VOC, Baron Van Imhoff,  yang juga mendirikan villa di Bogor (sekarang Istana Bogor). Bagian dalam Toko Merah ini juga masih terawat dengan baik. Toko Merah ini jarang dibuka untuk umum. Jika Anda ingin melihat bagian dalam Toko Merah, pastikan biro perjalanan Anda dapat memfasilitasinya.

Toko Merah ini berada di Jalan Kalibesar Barat No.11 Jakarta Barat

6. Jembatan Kota Intan

Jembatan kota intan direnovasi

Jembatan Kota Intan ini berdiri melintang di atas Kali Besar dan disebut juga dengan nama  Jembatan Jungkit, karena pada jaman dahulu bisa dijungkit atau diangkat ketika ada kapal yang melintasi di bawahnya. Jematan Kota Intan dibangun pada 1628 dan dibuat dari bahan kayu. Untuk menjaga keutuhannya, jembatan ini tidak boleh lagi untuk dilintasi,

7. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta

Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki lokasi strategis yang menjadikannya sebagai tempat singgahnya para pedagang mancanegara sejak abad ke-12. Sunda Kelapa merupakan tempat penting dalam sejarah dan perkembangan Jakarta. Pelabuhan Sunda Kelapa pernah dikuasai Kerajaan Pajajaran, Portugis, Kerajaan Demak dan Belanda.

Pelabuhan Sunda kelapa berada di Jalan Maritim Raya No.8 Sunda kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara

8. Galangan Kapal VOC

Galangan kapal VOC
Bekas galangan kapal VOC, foto via jakarta-tourism.go.id
Galangan kapal ini didirikan oleh VOC sebagai bengkel kapal dan gudang barang untuk keperluan galangan kapal yang ada di Pulau Onrust. Bangunan dua lantai ini masih terjaga keasliannya. Galanagan kapal VOC ini sekarang dimanfaatkan sebagai cafe, gedung pertemuan dan galeri penyimpan beberapa koleksi lukisan.

Komplek galangan kapal VOC ini buka setiap hari, jam 00.00-17.00 WIB Jl. Kakap No.1 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara

9. Museum Bahari 

Museum Bahari Kota Tua
Museum Bahari Kota Tua, foto via idntimes.com
Bekas gudang rempah-rempah ini menyimpan koleksi berharga tentang sejarah pelayaran Indonesia dan mengenalkan tradisi melaut nenek moyang Indonesia. Ada replika kapal, foto-foto Batavia,
lukisan kapal, mesin uap, jangkar  batu, pinisi dan lain-lain.

Museum Bahari buka setiap hari  Selasa-Minggu. 09.00-13.00 WIB, berlokasi di  Jl. Pasar Ikan No. 1 Jakarta Utara.


10. Menara Syahbandar

Menara Syahbandar Jakarta
Menara Syahbandar, foto via kebudayaan.kemdikbud.go.id
Menara Syahbandar ini merupakan bukti kejayaan VOC di nusantara di masa lampau. Pada jaman dahulu, bagian paling atas menara ini dipergunakan untuk mengawasi kapal-kapal yang lalu lalang dan sandar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Sedangkan pada bagian bawah menara dipergunakan untuk ruang tahanan. Menara Syahbandar ini masih berada satu komplek dengan Gedung Museum Bahari.


Baca juga: Festival Perayaan Tahunan di Jepang

Belum ada Komentar untuk "10 Wisata Sejarah Kawasan Kota Tua Jakarta"

Posting Komentar

Durian Non Kolestrol, Memangnya ada?

Selama ini hanya minyak goreng yang dipromosikan bebas kolestrol, lalu bagaimana dengan durian? Adakah durian yang tidak mengandung kolestro...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel