Blog ini disponsori oleh :

Niagahoster : Bangun websitemu dari sekarang ! Gratis Domain dan SSL, Diskon Sampai 75% 

Tips Mengembangkan Bisnis Waralaba Kuliner - Berkaca pada Kisah Sukses Quick Chicken

Usaha di sektor makanan dan minuman masih memiliki peluang yang cerah. Untuk memungkinkan perusahaan tumbuh dengan cepat, banyak pemilik bisnis membangun dan mengembangkan bisnis waralaba kuliner mereka melalui skema kemitraan.

Salah satu pengusaha sukses yang berhasil mengembangkan waralaba makanan dan minuman adalah Bedi Zubaedi. Dia memulai waralaba makanan cepat saji sebagai bagian dari bendera bisnis Quick Chicken pada tahun 2000.

Tips Mengembangkan Bisnis Waralaba Kuliner

Menurut Bedi yang bekerja di berbagai jaringan waralaba restoran siap saji internasional ini, dia awalnya memutuskan untuk membuka restoran yang menyajikan makanan cepat saji dengan modal investasi Rp. 110 juta. Uang itu digunakan untuk membeli mesin, bahan dan menyewa tempat.

“Saat itu restoran ayam goreng itu khusus untuk kalangan menengah ke atas dan merek yang sudah terkenal. Tidak ada kelas menengah ke bawah padahal pasarnya besar. Jadi saya memutuskan untuk melihat pasar dan berpikir untuk membuat restoran Ayam Goreng yang harganya lebih murah dan terjangkau” ujarnya.

Saat pertama kali memulai usaha sendiri, Bedi tidak serta merta mendapat untung. Selain itu, pada awalnya, dia baru saja mendirikan bisnis di daerah tersebut, tetapi tidak ada yang tahu tentang bisnis tersebut. Inilah sebabnya Bedi selalu mencari testimonial dari mereka yang telah membeli sehingga mendapatkan masukan untuk Bedi.

Setelah enam bulan menjalankan bisnisnya, nampaknya Quick Chicken semakin digandrungi masyarakat. Maka Bedi berencana membuka cabang di retail mall lokal di Jawa Tengah dan Jawa Timur agar pada tahun depan Bedi bisa membuka hingga 20 lokasi cabang Quick Chicken. Modalnya berasal dari penjualan aset.

“Ketika dapat tempat di mal, saya langsung tancap gas, jual semua aset untuk memperbanyak cabang. Sebab, kalau hanya mengandalkan keuntungan baru buka cabang ya hanya sebatas itu saja, dan ekspansi menjadi lambat,” katanya.

Setelah brand yang dibangun sangat kokoh dan semakin dikenal masyarakat luas, Bedi kemudian memutuskan untuk membangunnya dengan sistem franchise atau waralaba pada tahun 2008.

Selain menawarkan kesempatan bagi mereka yang ingin merasakan keuntungan bisnis, ia percaya bahwa waralaba dapat menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

“Franchise ini adalah metode yang bagus untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Menawarkan peluang kepada orang lain yang tertarik untuk bergabung di industri ini tanpa perlu ribet. Ikuti saja standar operasional yang berlaku karena semuanya sudah teruji dan sudah diuji coba oleh franchisee atau pewaralaba “jelasnya.

Saat ini Quick Chicken sudah memiliki sekitar 400 cabang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Menurut sumbernya, kemungkinan kuliner ayam goreng siap saji ini tidak akan pernah pudar karena merupakan salah satu menu makanan yang paling digemari konsumen Indonesia.

Setelah sukses dengan usaha ini, Bedi kemudian mendirikan Bedi Corporation yang mengelola berbagai merek makanan yang juga tersedia melalui sistem kemitraan dan waralaba.

Kuliner yang ia ciptakan dengan menu-menu dari negara lain seperti Huma Ribs Steak and Shake ini merupakan restoran steak yang memiliki harga kaki lima. Lalu ada Nomi-Nomi Delight yang menawarkan berbagai menu spesial Ramen Udon yang sedang menjadi pilihan populer di kalangan anak muda.

Selain itu ada Ayam Goreng Kampung Hj. Listiawari, Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nannys dan Makan Bakso yang masing-masing bergerak di bidang food and beverage (F&B).

“Bisnis F&B ini masih akan menjadi pilihan yang layak dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah pemilik bisnis harus kreatif dan inovatif dalam menghasilkan produk-produk terbaru yang memiliki cita rasa yang enak,” ujarnya.

Bisnis kuliner yang bisa diciptakan tidak hanya sebatas menu internasional untuk makanan tetapi makanan tradisional seperti krecek, gudeg dan ayam goreng pun masih bisa berkembang. 

Sumber


Baca juga:

Menciptakan Bisnis Atau Membeli Bisnis?5 Tips Agar Usaha Anda Berjalan lancar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak