Blog ini disponsori oleh :

Niagahoster : Bangun websitemu dari sekarang ! Gratis Domain dan SSL, Diskon Sampai 75% 

The Battle Of The River Plate, Kemenangan pertama Angkatan Laut Inggris atas Jerman pada awal Perang Dunia II

Pada tanggal 26 September 1939, Adolf Hitler memerintahkan dua kapal perang "pocket battleship" Jerman, Deutschland dan Laksamana Graf Spee, untuk mulai mencegat dan menghancurkan kapal dagang Inggris di Samudra Atlantik.

Kapal-kapal tersebut dibangun pada awal 1930-an ketika Jerman terkena sanksi pembatasan kekuatan militer dalam perjanjian Versailles, di mana Jerman hanya diperbolehkan membuat kapal berbobot 10.000 ton. 

Kapal-kapal tersebut dirancang untuk memaksimalkan daya tembak yang efektif terlepas dari adanya sanksi pembatasan berat tonase kapal. Kapal Graf Spee sendiri memasang enam senjata kaliber 280mm (11 inci).

Saat itu kapal perang saku Jerman hanya ditugaskan untuk menenggelamkan kapal-kapal dagang Inggris, bukan untuk melawan Angkatan Laut Kerajaan Inggris secara langsung. 

Kapal Graf Spee dipimpin oleh Hans Langsdorff, berada di bawah perintah ketat komando Angkatan Laut Jerman untuk tidak menyerang kapal perang musuh. Komando Tinggi Angkatan Laut Jerman tidak ingin terulangnya bencana dalam Perang Dunia Pertama, ketika sebuah armada laut di bawah Laksamana von Spee, yang namanya sekarang menghiasi kapal Langsdorff, mendapatkan kekalahan dalam sebuah pertempuran di Kepulauan Falkland.

Antara bulan September dan Desember, Langsdorff menenggelamkan sebanyak sembilan kapal dagang Inggris, tetapi akibat kerusakan yang dialami pada mesin bertenaga diesel pada kapal tersebut menjadikan misi yang diemban menjadi kurang efektif . Graf Spee perlu diperbaiki untuk bisa menempuh perjalanan pulang yang panjang ke Jerman. 

Sebelum keberangkatannya, Langsdorff memutuskan untuk tidak mematuhi perintah komando dan menemukan target angkatan laut Inggris yang lemah untuk dihancurkan. Dia berlayar ke Montevideo, di mana dia diberitahu bahwa sejumlah kecil pasukan pengawal Inggris akan berangkat pada 10 Desember. Ini akan memberinya kemenangan kecil bagi Jerman. 

Tanpa diketahui Langsdorff, angkatan laut Inggris membentuk gugus tugas "G" di bawah Komodor Henry Harwood untuk memburu kapal-kapal Jerman yang mengganggu kapal-kapal dagang Inggris.

Meskipun ada satu kapal dagang  Inggris yang berhasil mengirimkan sinyal dengan posisinya, melacak Graf Spee di area seluas Atlantik Selatan sangat sulit. Tetapi dengan mengandalkan insting, Harwood memutuskan pada tanggal 9 Desember untuk mencapai muara Sungai Plate.

Dini hari tanggal 13 Desember, kapal Jerman melihat formasi kapal perang Inggris. Langsdorff memerintahkan awak kapal Graf Spee untuk melaju dengan kecepatan penuh ke depan.

Langsdorff terlambat mengetahui bahwa musuh yang dihadapi terdiri dari satu kapal penjelajah berat dan dua kapal penjelajah ringan, bukan kapal pengawal kecil yang dia harapkan.

Meski kalah senjata, Harwood langsung memutuskan untuk menyerang Graf Spee. Sementara kapal penjelajah berat Exeter bergerak ke barat untuk mengalihkan tembakan Jerman. Harwood memberikan perintah kepada kapal penjelajah ringan Ajax dan Achilles – yang diawaki sebagian besar oleh warga Selandia Baru – menuju ke timur laut untuk menyerang dari sisi lain.

Dalam waktu kurang dari satu jam saling bertukar amunisi, HMS Exeter terkena tembakan dan lumpuh, sementara dua kapal penjelajah ringan Inggris lainnya rusak parah oleh peluru kaliber 280mm yang dimuntahkan dari persenjataan kapal perang Jerman. Namun serangan Inggris yang gigih itu menghasilkan 20 tembakan yang telak mengenai Graf Spee, sehingga membuatnya tidak dalam kondisi untuk mengejar musuh atau bahkan menghabisi Exeter.

Graf Spee kemudian memisahkan diri dari Deutschland dan melarikan diri ke Montevideo di Uruguay yang netral. 

Cemas bahwa kekuatan armada Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang lebih kuat sedang mendekatinya, sementara otoritas Uruguay juga hanya memberikan waktu selama 72 jam untuk berada di perairannya, Graf Spee kemudian menyadari bahwa posisinya tidak ada harapan. 

Graf Spee yang dikomandoi oleh Langsdorf  kemudian menuju muara Sungai Plate. Langsdorff kemudian memerintahkan awak kapal untuk memasang peledak pada kapal dan memerintahkan awak kapal untuk meninggalkan kapal. Pada pukul 8.45 malam tanggal 17 Desember 1939, Graf Spee meledak dan tenggelam seketika.


The Battle Of The River Plate
Kapal perang saku Jerman Graf Spee terbakar, setelah ditenggelamkan di muara Sungai Plate, 17 Desember 1939

Langsdorff memastikan bahwa awaknya diasingkan di Argentina, yang bersimpati kepada blok Axis. Di sebuah kamar hotel, Langsdorf kemudian menulis catatan dan menerima kesalahan penuh atas bencana tersebut. 

Langsdorff kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri dí atas panji-panji kapal perangnya.

Komodor Henry Harwood, yang memimpin gugus tugas "G" dianugerahi gelar kebangsawanan dan diangkat menjadi Laksamana Muda, sementara semua komandannya memperoleh penghargaan tinggi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Sementara kapal penjelajah berat Exeter yang rusak, dibawa berlabuh di Plymouth dan disambut Winston Churchill. 

Kapal penjelajah berat Exeter di kemudian hari ditenggelamkan oleh Jepang pada tahun 1942.

Pertempuran Sungai Plate adalah kemenangan pertama Inggris di awal Perang Dunia II, dan salah satu dari sedikit aksi sepanjang apa yang disebut Perang Phoney yang berlangsung dari September 1939 hingga April 1940, ketika Hitler menginvasi Denmark dan Norwegia.

Baca juga:
Penyerbuan ke Polandia | Jerman Menginvasi Polandia - Sebuah Konflik Yang Sebelumnya Tidak Diharapkan Oleh Hittler


Proteksi DMCA

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak