Tragedi Tenggelamnya Kapal Titanic (Bagian-2)

Sebelumnya - Tragedi Tenggelamnya Kapal Titanic (Bagian-1)

Selain menggunakan hiasan hiasan indah, Titanic menampilkan ruang makan kelas satu yang sangat besar, empat buah lift, dan kolam renang. Akomodasi penumpang kelas dua setara dengan fitur kelas satu di kapal lain, dan dek kelas tiga, meskipun sederhana, masih terkenal karena relatif nyaman.

Untuk memenuhi standar keselamatan kapal, Titanic memiliki 16 kompartemen, termasuk pintu yang dapat ditutup dari bridge, sehingga dapat menahan air sekalipun air telah menerobos masuk ke dalam lambung kapal. Meskipun dianggap kedap air, bulkhead didesain tidak ditutup pada bagian atas. Galangan kapal pembuatnya mengklaim bahwa empat buah kompartemen dapat dibanjiri air tanpa membahayakan daya apung kapal. Sistem tersebut yang akhirnya membuat banyak orang mengklaim bahwa Titanic tidak dapat tenggelam.

Setelah pelayaran perdana Kapal Olimpiade pada bulan Juni 1911, dilakukan sedikit perubahan pada desain Titanic. Titanic kemudian menjalani uji coba berlayar pada awal bulan April 1912, dan setelah itu kapal dinyatakan layak berlayar.

Pada saat pelayaran perdanannya, Titanic merupakan salah satu kapal terbesar dan paling mewah di dunia. Titanic memiliki panjang sekitar 269 meter, dan lebar 28,2 meter pada titik terlebarnya.

Konstruksi pembangunan Kapal Titanic, foto via Britannica.com

Pelayaran Perdana Titanic

Pada tanggal 10 April 1912, Titanic memulai pelayaran perdananya, berangkat dari Southampton, Inggris, menuju ke New York City. Pelayaran Titanic dipimpin oleh kapten kapal Edward J. Smith. Tercatat ada beberapa penumpang dari golongan orang terkemuka pada saat itu  seperti pengusaha Amerika Benjamin Guggenheim, jurnalis Inggris William Thomas Stead, dan pemilik Macy's store; Isidor Straus dan istrinya, Ida.

Pada malam harinya, tanggal 10 April 1912 , kapal berhenti di Cherbourg, Prancis. Dermaga kota Cherbourg rupanya terlalu kecil untuk mengakomodasi Titanic, sehingga penumpang harus diangkut menggunakan kapal tender untuk kemudian diangkut dengan Titanic. Di antara mereka yang naik seperti John Jacob Astor seorang pengusaha real estate dari Amerika yang terkenal dan istri keduanya yang sedang hamil, Madeleine, serta Molly Brown.

Setelah sekitar dua jam, Titanic kemudian melanjutkan perjalanannya. Pada pagi hari tanggal 11 April 1912, Titanic melakukan pemberhentian terakhirnya yang dijadwalkan di Eropa, tepatnya di Queenstown (Cobh), Irlandia. Sekitar jam 13:30 siang, kapal berlayar menuju New York City. Ada sekitar total  2.200 orang, dan sekitar 1.300 di antaranya merupakan penumpang kapal.


Berikutnya - Tragedi Tenggelamnya Kapal Titanic (Bagian-3)

0 Response to "Tragedi Tenggelamnya Kapal Titanic (Bagian-2)"

Post a Comment

9 Kecerdasan Burung Merpati Yang Sangat Mengagumkan

Burung Merpati merupakan burung yang paling cerdas di antara burung-burung yang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Mo...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel